Heboh ‘Pelakor’, Ini Empat Nasehat MUI Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Saat ini jagat maya sedang dihebohkan dengan adanya fenomena perebutan suami oleh wanita lain atau yang tren disebut Pelakor alias Perebut Laki Orang.

Seperti video yang viral di kalangan masyarakat. Video tersebut berupa seorang perempuan yang disebut sebagai ‘Pelakor’, dilempar dengan tumpukan uang oleh perempuan yang katanya istri sah suami yang direbut perempuan tersebut.

Menanggapi soal ‘Pelakor’, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung angkat bicara fenomena yang terjadi di masyarakat tersebut. Dalam video itu, Ketua MUI Lampung Khairudin Tahmid menilai bahwa perbuatan itu adalah sengaja akan membuat rumah tangga orang lain rusak.

“(mengomentari video viral, Red) Kalau memang untuk menolong janda, ya jandanya harus tua keles. Kalau janda muda itu namanya bukan menolong tapi nafsu,” katanya saat diwawancarai radarlampung.co.id, melalui ponselnya, Rabu (21/2).

Baca Juga:   Soal UKT, Unila Akui Ada Kesalahpahaman Informasi

Menurut Khairudin, hakikat dalam perkawinan itu adalah untuk membentuk suatu rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah berdasarkan tuntunan agama. Soal cinta katanya, lain masalah bahkan ada orang tanpa cinta begitu membangun rumah tangga bisa menjadi sakinah mawadah dan warahmah.

“Dulu kan di jaman rasul ada yang terbunuh di medan perang, sehingga jaman dulu Rasullullah SAW sendiri yang menikahinya. Dan Rasul menikahinya bukan karena faktor lain, melainkan untuk menaikkan derajat janda-janda tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan ‘Pelakor’ bukan saja masalah dari ekonomi. Ada juga masalah yang membuat suami tak terpuaskan sehingga ia mencari kepuasan tersendiri.

“Nah untuk menyikapi agar tidak terjadinya seperti itu, maka bagi suami dan istri agar mereka seharusnya bisa bersyukur. Selain itu juga sabar walaupun berat. Menerima walau tidak suka. Terakhir, memahami walau tidak sehati. Itu saja yang dijalani Insya Allah tidak terjadi Pelakor atau perselingkuhan,” pungkasnya. (adm/gus)




  • Bagikan