Herman HN Minta IK-DMI Atur Materi Khutbah

  • Bagikan
Walikota Herman HN menghadiri Pelantikan Majelis Pengurus Daerah (MPD) IK-DMI Kota Bandarlampung 2020-2024 dan Rakerwil II IK DMI Provinsi Lampung di Aula Gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, Sabtu (28/11). Foto Aprohan Saputra/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Walikota Herman HN meminta Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) Provinsi Lampung mengatur materi khutbah, sebagai bukti kekompakan dalam mentauladani ajaran islam.

“Harapan saya khatib bisa bersama. Seluruh masjid, sekitar 800 masjid di Kota Bandarlampung ini khutbahnya sama, bagaimana iman taqwa kita meningkat, bagaimana infaq, bagaimana sedekah, bagaimana keluarga sakinah mawaddah warahmah, jadi bagaimana orang yang mendengarnya itu umum-umum saja,” katanya usai Pelantikan Majelis Pengurus Daerah (MPD) IK-DMI Kota Bandarlampung dan Rakerwil II IK-DMI Provinsi Lampung, di Aula Gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, Sabtu (28/11).


Dalam sambutannya, Herman HN mengajak khatib dan pengurus masjid bekerja sama dengan pemerintah dalam membesarkan penyebaran ajaran agama Islam. “Islam harus menjadi contoh tauladan umat. Kita harus bersatu. Agama ini harus besar,” ujarnya.

Baca Juga:   Buru Pembobol Minimarket, Polresta Bandarlampung Bentuk Tim

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandarlampung selalu mendukung dalam penyebaran nilai-nilai islam, dengan memfasilitasi pembangunan dan renovasi masjid dengan ornamen Lampung, setiap tahunnya kurang lebih 300 masjid. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif sebesar Rp1.5 juta per semester kepada 4 ribu guru ngaji.

Dia pun meminta kepada khatib dan pengurus masjid tidak membawa-bawa agama dalam berpolitik. “Agama jangan dipolitikin nanti bisa hancur, harus menjadi islam yang lurus. Selain itu, bagaimana kita perangi money politic,” harapnya.

Sementara, Ketua Umum IK-DMI Provinsi Lampung KH. Ahmad Dimyathi, S.Pd., MA. menilai menyamakan materi khutbah disetiap masjid tentulah sangat sulit. Namun, hal itu bisa saja terjadi dengan terlebih dahulu menjalin silaturahmi dengan khatib, ormas-ormas islam atau pengurus masjid.

Baca Juga:   Pemkot-PDI Perjuangan Gelar Vaksinasi di Bandarlampung

“Terlebih dahulu kita harus bersilaturahmi dengan Mubaligh Indonesia, LDII, dan yang lainnya sebagai pengurus masjid, supaya tidak salah paham, karena ini amanah dari Walikota Herman HN, sebagai pembina keagamaan di Kota Bandarlampung,” katanya kepada Radar Lampung.

Dirinya berharap, kepada pemerintah selalu peduli terhadap masjid, baik dalam mendukung keterpenuhan fasilitas masjid. Selain itu, kalau pun pengurus masjid harus digaji atau diberi insentif, sebaiknya harus disesuaikan dengan yang dikerjakannya. “Kalau dia ada karya nyata untuk umat, kalau engga ada ya jangan lah,” tandasnya. (apr/yud)




  • Bagikan