Herman Menyoal Gunung Digusur, Ridho Tunjuk Pantai yang Kotor

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Selain mengkritisi masalah keamanan di Provinsi Lampung, pasangan urut nomor satu dan dua saling mengkritisi permasalahan tambang ilegal yang ada di Lampung.

Calon Gubernur Lampung nomor urut dua Herman HN menilai, Pemprov Lampung tidak tegas dalam menangani tambang ilegal yang ada di Provinsi Lampung. Menurutnya, jika dirinya terpilih nanti akan memperketat izin pertambangan.

“Penanganan harus lebih ketat lagi, tidak sembarangan memberi izin dan juga memperketat pengawasan lagi. Selain itu, pengawasan harus ditegakkan,” ujarnya, Jumat (11/5).

Dirinya menilai, selama menjabat sebagai wali kota Bandarlampung dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait gunung yang digusur.

“Gunung yang ada di Kota Bandarlampung digusur semuanya, tapi saya tidak berdaya karena yang punya mengeluarkan kebijakan Pemprov Lampung. Jadi kalau saya terpilih nanti akan saya perketat izinnya,” kata dia.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

Sementara itu, Calon Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menjawab komentar calon urut nomor dua Herman HN. Menurut, Ridho selama dia menjadi Gubernur Lampung telah menangani permasalahan tambang ilegal yang ada di Lampung.

“Selama ini kami telah menangani masalah tambang ilegal dan sudah dikritisi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Justru di Teluk pantai Kota Bandarlampung yang masih terlihat kotor dan itu yang akan kami bersihkan selanjutnya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung kembali menggelar Debat Publik ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2018, debat publik terakhir ini bertemakan Politik, Hukum dan Keamanan. Acara debat berlangsung di Hotel Novotel, Bandarlampung, Jumat malam, (11/5). (ndi/gus)




  • Bagikan