Hibahkan Teaching Farm Closed House, Jadi Sarana Belajar Teknologi Budidaya Broiler Modern

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-PT. Charoen Pokphand Indonesia. Tbk. menghibahkan Teaching Farm Closed House kepada Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) yang serah terimanya diserahkan di Fakultas Pertanian Unila, Kamis (28/1). Dalam kesempatan itu, Unila diharapkan dapat menghasilkan lulusan peternakan yang dapat menghasilkan teknologi budidaya broiler modern.

Dalam sambutannya, Dr. (H.C.) Tjiu Thomas Effendy, S.E.,MBA selaku Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia. Tbk. mengatakan farm close house sebelumnya dalam memorandum of understanding (MoU) pada 2018 hanya berkapasitas 3000 ekor. Namun, berubah menjadi 6000 ekor dengan nilai investasi sampai Rp750 juta.


“Tujuanya menghibahkan close house ini bukan untuk sekedar berbaik hati namun juga paling penting kita ingin membangun manusia Indonesia yang capable yang siap kerja, dan siap menjadi wirausahawan. Nah dengan adanya close house, mahasiswa dan dosen bisa menjadikan sarana dan media untuk betul-betul belajar. Jadi tidak hanya teks book dan virtual, sehingga bisa mengalani istilah nya tidur bersama ayam di kandang,” jelas Tjiu Thomas Effendy.

Dia mengatakan, close house merupakan kandang yang dingin, jadi suhu didalam kandang sudah diatur temperatur nya sesuai strain ayam hingga ayam bisa tumbuh maksimal. “Kemudian kandang ini ber AC, ini yang sebetulnya yang kita inginkan di mana adanya sarana belajar dan melakukan penelitian dan research terlepas dari persaingan global. Kalau industri peternakan tidak efisien maka tidak bisa bersaing global, maka nantinya kita akan jadi penonton dan pemakan daging ayam karena kalau tidak efisien, harga pokok budidaya tinggi, tidak bisa bersaing dan menutup impor. Sehingga apa yang harus dilakukan yaitu meningkatkan daya saing industri perunggasan di Indonesia dengan teknologi. Diantaranya dengan close house, namun teknologi tidak cukup tanpa didukung softskill manusia yang bisa menggunakan Maksimal yang ada,” terangnya.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

Sementara Wakil Rektor III Unila, Prof Yulianto mewakili Rektor Unila, Karomani mengatakan program Teaching Farm merupakan program pemberian hibah berupa kandang ayam Closed House modern beserta peralatannya kepada beberapa Universitas Negeri di Indonesia. Dalam pelaksanaannya pengelolaan Teaching Farm tersebut sepenuhnya didampingi oleh tim professional CPI yang mengajarkan dan berbagi pengetahuan teknis tentang budi daya ayam modern kepada mahasiswa/i.

“Teaching Farm juga digunakan sebagai sarana penelitian, pengembangan praktik budidaya ayam dan media aplikasi ilmu pengetahuan serta sebagai gambaran miniatur dunia usaha. Kerjasama pembangunan Teaching Farm telah dimulai sejak tahun 2007, dengan di bangunnya Closed House pertama di Institut Pertanian Bogor. Inisiatif pembangunan Teaching Farm ditingkatkan hingga menjangkau 12 Perguruan Tinggi, yakni: Universitas Andalas, Padang, Universitas Lampung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Semarang, Universitas Hasanuddin, Makassar, Universitas Udayana, Bali. Universitas Brawijaya, Malang, 3 (tiga) Teaching Farm sedang dalam Proses pembangunan dan penjajakan yakni : Universitas Sebelas Negeri Surakarta Solo, Fakultas Peternakan IPB dan Universitas Tanjungpura Pontianak. Sehingga secara keseluruhan akan ada 12 Teaching Farm CPI,” tambahnya.

Sebelumnya Universitas Lampung terlebih dahulu mendapatkan hibah peralatan CH dengan kapasitas kandang 3.000 ekor, saat ini setelah dibangun kapasitas kandang menjadi 6.000 ekor, dengan adanya hibah Kandang Ayam Closed House ini, Fakultas Pertanian khususnya jurusan Peternakan Universitas Lampung memasuki fase teknologi yang lebih tinggi. Dimana teknologi peternakan ayam broiler (ayam pedaging) saat ini sudah masuk pada manajemen level teknologi tinggi, diharapkan dengan hibah ini mahasiwa/i akan lebih meningkat kemampuannya dan kualitas SDM lulusannya akan menjadi lebih unggul dan kompetitif.

Baca Juga:   Unila Raih Rekor MURI Katagori Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Indonesia

Selain Teaching Farm PT.Charoen Pokphand Indonesia. Tbk, melalui Charon pokphand Foundation Indonesia telah memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa/I Fakultas Pertanian Universitas yang telah dimulai sejak tahun 2018.

Sekretaris Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan Provinsi Lampung Gunaidi, mengatakan Pemenuhan kebutuhan pangan asal hewani umumnya dipenuhi dari sector perunggasan. Pembangunan sector perunggasan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat, akademisi dan swasta.

“Komponen-komponen tersebut perlu bersinergi satu dengan lainnya untuk membangun kelembagaan yang terstrukturbaik, guna mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumberdaya yang dimiliki dalam pengembangan industry perunggasan yang tangguh. Dengan adanya Teaching Farm-Closed House diharapkan terdapat transfer inovasi teknologi melalui kolaborasi universitas dan industri,” tambahnya.

Selain itu, Teaching Farm juga diharapkan menjadi sarana penelitian, pengembangan praktik budidaya broiler dan media aplikasi ilmu pengetahuan serta sebagai gambaran miniature dunia usaha. Sehingga dapat menjadi sarana belajar teknologi budidaya broiler secara modern baik bagi mahasiswa, peternak, dan masyarakat Lampung. Serta menciptakan SDM perunggasan yang handal dan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Semoga dapat dimanfaatkan dengan maksimal baik saat ini maupun yang akan datang. Serta dapat menciptakan SDM yang handal, unggul dan kompetitif. Serta dapat mencetak entrepreneur- entrepreneur muda yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi khususnya peternakan. Dan pada akhirnya mendukung peningkatan produksi daging unggas sehingga menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak nasional dan Lampung Berjaya,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan