Hindari Bullying, Rubah Pola Pendidikan Anak

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena bullying. Ini ditambah dengan lemahnya pendidikan ahlak yang diterima anak.

Psikolog anak Univesitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Syafrimen mengatakan, pola pendidikan anak dan lingkungan pergaulan perlu menjadi sorotan.

”Itu pola didikan lingkungannya yang tidak benar. Terlebih anak saat ini berhadapan dengan informasi langsung dan tidak diawasi orang tua,” kata Syafrimen menanggapi kasus kekerasan yang dialami DS (9), bocah SD asal Lingsuh, Rajabasa, Bandarlampung.

Dilanjutkan, pola mendidik anak pada generasi ke-4 tidak sama dengan dulu. Saat ini cenderung tidak ada filter benar atau salah, sehingga anak sangat mudah terpancing dalam bahasa dan amarahnya.

Baca Juga:   Bunda Eva Ajak Masyarakat Bandarlampung Ikut Vaksinasi di Puskesmas

Karena itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali, orangtua dan guru harus merubah pola pendidikan anak. ”Misalnya, jangan sediakan HP pada waktu yang berkualitas. Guru di sekolah juga lebih menanamkan ahlak hingga anak lebih peduli pada lingkungan dan dengan menyakiti sesama,” tandasnya.

Kasus bullying ini dilaporkan orang tua DS ke Polsekta Kedaton, Rabu (13/3). Pelakunya lima remaja berusia belasan. Mereka adalah YG, RZ, DV, YI dan AG.

”Iya, tadi pagi kami sudah melapor ke Polsek Kedaton. Kejadiannya di sebuah kebun RT 01, Lingsuh,” kata Hendri, Rabu (13/3).

Menurut dia, dugaan bullying tersebut bermula saat sekelompok remaja yang menamakan diri Geng Jaling menghubungi DS melalui pesan aplikasi WhatsApp dan janji bertemu di sebuah tempat.

Baca Juga:   Pemkot Buka Segel Sujumlah Tempat Makan, Tapi Ada Aja Nih yang Masih "Nyaman" Tersegel

”Saya nggak tahu. Awalnya dia (DS, Red) pulang dan bajunya kotor. Agak malam, saya dapat video (dugaan bullying, Red). Waktu saya tanya, anak saya mengaku dikeroyok Geng Jaling,” sebut dia. (mel/ais)

 



  • Bagikan