Tuba  

Hindari Kepadatan, Pemudik dari Pulau Jawa Mulai Padati JTTS


Kondisi Rest Area KM 208 A mulai dipadati pemudik yang sedang beristirahat. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id
Kondisi Rest Area KM 208 A mulai dipadati pemudik yang sedang beristirahat. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Delapan hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, pemudik dari pulau Jawa terpantau ramai melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Minggu (24/4).

Berdasarkan pantauan Radarlampung.co.id di rest area KM 208 A Tulangbawang, kendaraan dari pulau Jawa terlihat ramai melintasi JTTS ruas Terpeka.





Beberapa kendaraan berplat Bogor, Bandung, Jakarta, hingga Solo terlihat banyak terparkir di rest area KM 208 A.

Pemudik yang berasal dari pulau Jawa tersebut rata-rata akan menuju ke wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pekanbaru, dan lainnya.

Morgan Sitompul pemudik asal kota Bogor ketika ditemui di rest area KM 208 A mengatakan, ia bersama keluarganya sengaja mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan kendaraan saat libur panjang mendatang.

Meski sudah mudik lebih awal, pemudik dengan tujuan Medan, Sumatera Utara, tersebut mengaku masih terkena antrian kendaraan yang cukup lama di pelabuhan Merak saat akan menyeberang ke Bakauheni.

“Kami berangkat kemarin (24/4) dari Bogor, niatnya ingin menghindari kepadatan. Sempat terkendala di (pelabuhan) Merak antri berjam-jam,” katanya.

Berdasarkan pantauan, di rest area ini juga berdiri pos pelayanan Polres Tulangbawang. Di pos ini juga disediakan gerai vaksin Covid-19 untuk para pemudik yang ingin melakukan vaksinasi.

Terpisah, Kapolres Tulangbawang AKBP Hujra Soumena mengatakan, untuk mengawal pelaksanaan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1443 H pihaknya menyiagakan 202 personel gabungan.

Ratusan personel tersebut akan tersebar di beberapa titik di wilayah hukum Polres Tulangbawang. Di antaranya: pos pelayanan rest area KM 208 dan Pasar Unit 2, serta pos pengamanan di Simpang Lapas dan Simpang Penawar.

Sementara itu, untuk melindungi para pemudik dari aksi kejahatan di perjalanan Polres Tulangbawang membentuk tim anti begal dilengkapi dengan senjata api (senpi): baik laras panjang maupun genggam.

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Wido Dwi Arifiya Zaen mengatakan, tim anti begal ini akan bertugas melakukan upaya pencegahan yang keras atau preventif strike guna meniadakan tindak pidana curas, curat, dan curanmor (C3), serta kejahatan jalanan (street crime).

Mereka akan ditempatkan di lima titik objek keramaian, objek vital, perbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.

Pada bagian lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 April 2022.

Untuk itu, pemerintah mengimbau masyarakat yang ingin mudik agar melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari terjadinya kepadatan saat periode Lebaran 2022. (nal/sur)