Hingga Agustus 2021, Ada 270 Kasus Perceraian di Mesuji

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Mesuji mencatat, selama periode Januari hingga Agustus 2021, ada sebanyak 270 permohonan gugatan perceraian.

Panitera Muda Pengadilan Agama Kabupaten Mesuji, Malik mengatakan, angka perceraian tahun 2021 di Mesuji, mengalami penurunan dibanding tahun 2020 yang mencapai 280 pemohon.


“Jadi, tahun ini justru mengalami penurunan. Kalau tahun 2020 ada 280 pemohon. Tahun ini ada 270 pemohon,” ungkap Malik, Senin (4/10).

Menurutnya, ada beberapa faktor perceraian itu terjadi. Namun, faktor ekonomi menjadi salah satu faktor utamanya.

“Kebanyakan penggugat berasal dari pihak istri. Alasannya jika seorang suami malas bekerja dan ekonominya pas-pasan. Sementara jika pihak suami yang menggugat, alasannya karena istri tak sesuai dengan keinginannya,” ujarnya.

Baca Juga:   Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Mesuji Iku Lomba B2SA

Terkait sistem pembayaran gugatan, Malik mengaku dirinya hanya melayani administrasi saja. Namun, untuk pembayarannya, dilakukan melalui rekening bank.

“Peserta cukup datang ke kantor membawa persyaratan seperti buku Nikah, KTP, membawa surat gugatan yang dibuat sendiri. Kalau kesulitan, Kita sediakan website Pos bakum. Tujuannya membantu masyarakat kesusahan ketika membuat surat gugatan/ Cerai,” katanya.

Untuk biaya perceraian, sambung Malik, biayanya Bervariatif dan tidak bisa ditentukan. Sebab, hal ini tergantung jarak rumah suami dan istri.

“Kalau sama- sama satu desa, maka Biayanya sama. Tapi kalau tempat tinggalnya berbeda desa, maka biayanya pun berbeda, tergantung radius jarak per kecamatan,” ujarnya.

“Kalau Biaya Panjer yang digunakan untuk mengajukan gugatan sebesar Rp675.000. tidak semuanya habis, setelah selesai biaya putusan, maka akan di totalkan dengan biaya yang terpakai. Jadi sisa biaya  tersebut dapat dikembalikan. Tergantung bagaimana proses persidangan berlangsung,” Pungkasnya. (muk/yud).




  • Bagikan