HMI Bandarlampung Gelar Diskusi Dorong UMKM Daerah di Era Digital

  • Bagikan
Para narasumber diskusi HMI Cabang Bandarlampung berfoto bersama. Foto dok HMI Cabang Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung melalui Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) bersama elemen pemuda dan mahasiswa menggelar diskusi mingguan bertema Rencana Aksi Pemuda Dalam Mendorong UMKM Daerah di Era Digital. Diskusi dilangsungkan di sekretariat HMI Cabang Bandar Lampung, Minggu (26/4).

Diskusi dipandu oleh Afat Fadly ini menghadirkan narasumber Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana yang diwakili oleh staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDA Seraden Nihan, Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc.,Ph.D yang diwakili oleh Koordinator Jurusan TI Hersa, Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar S.E.,MBA, dan Ketua Umum DPD KNPI Kota Bandar Lampung Iqbal Ardiansyah, S.Si.,M.M.

Ketua umum HMI Cabang Bandar Lampung, M. Rizki Al Safar menilai, perkembangan¬†ekonomi dunia akan didominasi oleh usaha kecil dan menengah. “Kota Bandar Lampung yang memiliki jaringan yang kuat pada usaha kecilnya akan berhasil dalam persaingan industri di pasar domestik maupun global. Oleh karena itu pemerintah daerah sudah seharusnya memberi perhatian karena UKM adalah aset daerah,” ujar Safar.

Baca Juga:   Konfrontir, Kasus Dugaan Pemukulan Perawat Ditentukan Gelar Perkara

UMKM, lanjutnya hadir sebagai sebuah solusi dari sistem perekonomian yang sehat. “Karena UMKM merupakan salah satu sektor industri yang tidak terkena dampak krisis global yang melanda dunia dan menyerap paling banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi penting karena memiliki target dan memberikan penyadaran kepada pemuda betapa pentingnya UMKM tersebut. Harapannya pemuda di kota Bandar Lampung semakin termotivasi untuk membuat usaha tanpa mengkhawatirkan modal terlebih dahulu,” katanya.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Bandar Lampung Ryki Setiawanmenambahkan, mahasiswa dan pemuda harus menjadi tonggak utama dalam mengembalikan lagi kestabilan perekonomian yang diakibatkan oleh Pandemi Covid 19.

“Bangsa dan pemuda ibarat seperti motor dan mesin. Bangsa adalah motor, pemuda adalah mesinnya. Tanpa mesin (pemuda), motor (bangsa) tak akan bisa bergerak. Hal tersebut sudah dibuktikan dalam sejarah bangsaIndonesia pada tahun 1908, 1928, 1945, hingga peralihan kekuasaan dari rezim orde lama hingga orde baru. Maka tak heran jika mahasiswa dijuluki dengan Agen Of Change, atau Agen perubahan, dan bahkan dimasa pembangunan ini, mahasiswa dan pemuda mendapat julukan sebagai “Agent of development” atau agen pembangunan. Tentunya termasuk pembangunan ekonomi. Oleh sebab itu, kita berharap pemuda dan mahasiswa dapat mengembalikan stabilitas perekonomian bang Indonesia khsusnya kota Bandar Lampung bisa mendirikan usaha rintisan atau start-up UMKM ataupun menjual produk konvensional dengan cara “digital marketing” atau pemasaran digital,” ujar Ryki.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

Dijelaskan Ryki, diskusi yang digelar tersebut harus memiliki tindak lanjut. “Walaupun Walikota Bandar Lampung dalam kesempatan diskusi ini tidak bisa hadir dikarenakan ada halangan, namun kami akan tetap terus berupaya untuk bertemu langsung dengan Walikota Bandar Lampung guna membahas tindak lanjut dari hasil diskusi tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan memanfaatkan potensi Mahasiswa dan pemuda yang begitu besar, optimis perekonomian Indonesia khususnya kota Bandar Lampung akan cepat kembali bangkit,” katanya. (rls/wdi)




  • Bagikan