Holding Ultra Mikro, Pengalihan Saham Pemerintah Capai Rp54,7 triliun

  • Bagikan
BRI
Penandatanganan perjanjian pengalihan saham dalam rangka pembentukan holding ultra mikro, Senin (12/9) secara virtual. Foto Tangkapan Layar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembentukan holding BUMN ultra mikro sampai pada tahap akhir setelah penandatanganan pengalihan Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham dalam pembentukan holding ultra mikro, Senin (12/9). Di mana, holding ultra mikro melibatkan tiga BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Mardani (Persero).

Ketua Project Management Officer (PMO) Integrasi Ekosistem Ultra Mikro Catur Budi Harto menjelaskan, proses pembentukan holding ultra mikro telah memasuki tahap akhir, ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengalihan hak atas saham mlik pemerintah pada Pegadaian, dan PNM, kepada BRI.


Di mana, nilai pengalihan saham negara kepada BRI ini mencapai Rp54,7 triliun. Pengalihan saham negara itu berdasarkan PP Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Baca Juga:   BRI Sinergikan Ekosistem Digital dengan Peruri Digital Security (PDS)

Ia menuturkan, pembentukan holding ultra mikro merupakan wujud komitmen dan visi pemerintah dalam melakukan peningkatan dan percepatan aksesbilitas pelayanan keuangan kepada segmen ultra mikro di Indonesia.

“Melalui holding ultra mikro bisnis model dari BRI, Pegadaian dan PNM akan saling bersinergi, menguatkan, dan melengkapi sehingga mampu mmberikan layanan keuangan yang terintegrasi,” katanya, Senin (12/9).

Pembentukan holding ultra mikro ini, lanjutnya, telah melakukan berbagai rangkaian proses diantaranya persetujuan dari komite privatisasi 17 Februari 2021 lalu, dan juga konsultasi dengan DPR RI pada 18 Maret 2021. Kemudian, persetujuan dari pemegang saham BRI dalam RUPSLB BRI pada 22 Juli 2021.

“Lalu, persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan, dan pernyataan efektif dari pasar modal pada 30 Agustus 2021,” ujarnya.

Baca Juga:   BRI Shops Master Class Latih Merchant Lebih Tangguh Hadapi Tantangan Global

Ia menambahkan, holding ultra mikro akan mmberikan akses kemudahan, percepatan dan, kesempatan lebih besar kepada industru ultra mikro untuk bisa berkembng dan tumbuh lebih cepat, dan kontributif.

“Sehingga dapat membantu penciptaan lapangan kerja baru,” tukasnya.

Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya berharap penggabungan dari BRI, Pegadaian, dan PNM ini dapat mendorong pembiayaan pada UMKM.

Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara menambahkan, melalui holding ultra mikro ini, pihaknya berharap stabilitas sistem keuangan akan lebih baik.

“Kalau kita memasuki periode sulit ke depannya, holding ultra mikro dengan seluruh usahanya mampu menjadi salah satu tonggak dari sistem keuangan,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan