Ibu Tersangka Penganiayaan Perawat Minta Maaf: Biar Saya Saja yang Ditahan

  • Bagikan
Ana Yuliana ibu AW dan NO didampingi adik dan Ustad Asep. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ana Yuliana (62) ibu kandung AW dan NO, dua dari tiga tersangka dalam perkara penganiayaan tehadap tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, Rendy Kurniawan menyampaikan permohonan maaf.

Permohonan maaf itu disampaikan Yuliana tidak hanya untuk Rendy selaku korban. Namun, permohonan maaf juga disampaikan kepada nakes yang ada di seluruh Indonesia. Menurutnya, penyampaian permohonan maaf kepada Rendy Kurniawan telah disampaikan langsung kepada keluarga besarnya, beberapa waktu lalu.


Namun, dirinya mengakui baru sempat bertemu langsung dengan keluarga Rendy, selepas masa bekabung. Pasalnya, ia masih diselimuti duka pasca ditinggal sang suami, 9 Juli lalu.

Ia bercerita bahwa dirinyalah yang meminta AW mencari oksigen. Di mana 4 Juli lalu sekitar pukul 02.00 WIB, dirinya menelpon AW, sempat beberapa kali tidak diangkat. Setelah diangkat dirinya meminta untuk datang kerumah mencari isi oksigen.

Tidak berselang lama, AW datang bersama NO sang adik, dan ia pun menelpon DD. Ketiganya pun berangkat dengan membawa tabung oksigen kosong.

“Karena suami saya sangat membutuhkan oksigen malam itu. Demi Allah saya tidak tahu ada masalah itu (penganiayaan, red), waktu suami saya masih hidup saya konsen urus suami. 5 Juli malam, suami masuk RS Bumi Waras, dan 9 Juli meninggal dunia,” terangnya, sambil meneteskan air mata di kediamannya, Selasa (3/8).

Baca Juga:   Kejati Tepis Isu Kabar Oknum Jaksa Ditangkap Karena Narkoba, Kasipenkum: Tidak Benar!

Yuliana mengaku pasca kejadian di Puskesmas Kedaton, AW tidak bercerita kepada dirinya. Dan baru mengetahui setelah sang suami tiada. “Saya tahu betul anak saya. Dia tidak ingin melihat ibunya sedih. Setelah saya korek-korek barulah dia cerita,” ucapnya.

Dirinya pun merasa terpukul, pasca sang suami meninggal, kini kedua anaknya pun ditahan di Polresta. Yuliana menawarkan dirinya saja yang ditahan, sebab dirinyalah yang menyuruh anaknya tersebut mencari oksigen untuk sang suami.

“Setelah suami saya udah nggak ada, terus katanya anak saya ditahah. Kalau bisa ibunya saja yang ditahan. Karena saya yang menyuruh mereka. Saya shock sudah ditinggal suami. Kalau memang anak saya salah minta dimaafin,” ungkapnya sambil kembali mengusap air mata.

Ia melanjutkan, sosok AW merupakan pigur pengganti ayah. Di mana, setelah sang suami meninggal AW lah yang selalu menemaninya. “Setiap malam ke sini (rumah, red). Dia gak mau saya sendirian dan bersedih,” terangnya.

Baca Juga:   Hindari Ibu-ibu, Sebuah Truk Terguling

Yuliana meyakini AW saat itu sedang dalam keadaan kalut. Terlebih lagi mendiang suaminya yang pada saat terjadi penganiayaan sangat membutuhkan oksigen. “Dia anak yang baik, nurut, baru kali ini bersentuhan masalah hukum,” katanya.

Dirinya berencana membantu warga yang sedang kesulitan mencari tabung oksigen. Dengan mempersilahkan empat buah tabung oksigen bekas peninggalan suaminya dipakai yang membutuhkan.

“Untuk yang sulit cari (tabung), silahkan digunakan. Ikhlas saya bantu, Mudah-mudahan amalnya bisa untuk almarhum suami saya,” ucapnya.

Sementara Ustad Asep kerabat orang tua AW, minta maaf dan berharap islah damai atas kejadian ini. “Kami keluarga besar berharap ada islah dengan pihak keluarga Rendy Kurniawan,” ucapnya di samping Yuliana.

Lanjutnya, keluarga besar AW sudah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Rendy, yang langsung diterima orang tuanya. “Kebetulan saya kenal baik,” ujarnya.

Ia pun berharak keluarga besar bisa islah dengan pihak keluarga Rendy. “Pada intinya, orang tua dari Rendy sudah memaafkan. Tapi proses hukum masih berjalan,” katanya. (pip/sur)




  • Bagikan