Ikut Program Merdeka Belajar di Universitas Atmajaya Yogyakarta, Ini Kesan Para Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia

  • Bagikan
Ikut Program Merdeka Belajar di Universitas Atmajaya Yogyakarta, Ini Kesan Para Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia
Sumber foto Universitas Teknokrat Indonesia

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertukaran Mahasiswa Merdeka dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah airnya serta mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa cinta tanah air dan penguatan kompetensi merupakan modal berharga bagi mahasiswa dalam menapaki jenjang karir. Selain juga untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan dan mengabdi terhadap bangsa dan negara.



“Program ini bertujuan membangun rasa toleransi di kalangan mahasiswa melalui ruang-ruang perjumpaan yang terbentuk melalui aktivitas pertukaran mahasiswa dan eksplorasi keberagaman budaya Indonesia,” ucap Nadiem dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, di Jakarta, (12/4).

Lebih lanjut, Nizam menerangkan elemen-elemen penting dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Program ini memungkinkan terjadinya pertukaran mahasiswa antarpulau baik dari PTN ke PTS maupun sebaliknya. Perguruan tinggi wajib memberikan konversi dan pengakuan sistem kredit semester (SKS) sebanyak 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti program ini. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semester tiga hingga semester delapan. Selain memberikan kesempatan belajar di kampus lain bagi mahasiswa, dalam program ini mahasiswa akan mengeskplorasi keragaman kebudayaan Indonesia melalui pembelajaran Modul Nusantara.

Hal tersebut telah dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) PTS Terbaik Sumatera. Tidak terasa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Nusantara Kemdikbudristek RI sudah memasuki masa-masa akhir perkuliahan. Tujuh Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia saat ini dalam keadaan sehat dan telah mengikuti program-program modul pembelajaran dan modul nusantara dengan baik di Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY).

Adapun kegiatan mahasiswa tersebut di luar waktu kuliah, berikut agendanya: 1) Mahasiswa UTI disambut dalam gala “Welcoming Ceremony” bertempat di Auditorium Gd. Thomas Aquinas UAJY; 2)Mahasiswa UTI sejak November telah Mengikuti Program Perkuliahan luring secara terbatas di UAJY; 3) Mahasiswa UTI mengikuti Modul Nusantara “Mengenal Kesenian Tradisional Yogyakarta” seperti wayang kulit dan gamelan Yogyakarta; 4) Setelah mengenal ragam tradisional kesenian Yogyakarta, Mahasiswa UTI juga mengikuti “Study tour Candi Prambanan Yogyakarta” dan mempelajari sejarah warisan budaya Indonesia tersebut; 5) Mahasiswa UTI juga sempat berkunjung ke Objek Wisata Batu Alien Merapi Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Baca Juga:   Bunda Eva Beri Penghargaan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia

Pengalaman-pengalaman ini dapat mengembangkan karakter, kecintaan tanah air, toleransi bagi para mahasiswa kita hingga akhirnya meraih kesuksesan di masa mendatang, sesuai dengan tujuan program Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Tujuh Mahasiswa Pertukaran Merdeka Belajar di Universitas Atmajaya Yogyakarta

Berikut tujuh mahasiswa peserta Pertukaran Merdeka Belajar Universitas Teknokrat Indonesia yang melaksanakan perkuliahan secara luring di UAJY.

Mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Ilmu komputer mahasiswa yang pertama yakni Akbar Hamongangan Lubis Program Studi S1 Sistem Informatika sekarang sedang mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Kampus Atma Jaya Yogyakarta dengan mengambil jumlah Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 10 sks dengan matakuliah Pemrograman Web, Pemikiran Desain dan Kreativitas, Dasar Multimedia, Modul Nusantara dan matakuliah yang diambil di UTI 10 SKS dengan matakuliah Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Mobile, Pemrograman Web dan Game Desain.

“Dengan mengikuti Program Pertukaran Merdeka Belajar kesannya menyenangkan, khususnya untuk program pertukaran bisa kuliah di beda kampus dan bertemu teman-teman dari berbagai kampus di Indonesia,” ungkap Akbar dengan menyandang IPK 3,42.

Mahasiswa UTI yang kedua adalah Mauliana mahasiswa Program Studi S1 Informatika yang sedang mengikuti KMMI di ITB dan Pertukaran mahasiswa di UAJY dengan mengambil 22 sks matakuliah sebagai berikut Masyarakat digital, Komunikasi Interpersonal, Pemikiran Design dan Kreativitas, Administrasi Basis Data, Kecerdasan Bisnis.

Baca Juga:   UTI Tanda Tangani PKS Dengan Badan Bahasa

“Dengan adanya program kampus merdeka ini saya bisa ketemu teman baru bisa tahu kebudayaan baru dan di UAJY dipelajari mengenal keanekaragaman budaya. Dari mulai Jogjakarta sampai toleransi maupun akulturasi budaya dan agama yang kuat banget di Jogja,” ungkap Mauliana yang mempunyai IPK 3,24.

Mahasiswa UTI yang ketiga yakni Nico Dwi Hidayah mahasiswa Program Studi S1 Informatika sedang menempuh 3 matakuliah Pemograman mobile, Pemrograman web, desain game sedangkan matakuliah di UTI Rekayasa Perangkat Lunak, Sosio Informatika dan Profesionalisme, Teknopreneurship, Etika Profesi dan Grafika Komputer.
Pada yang semester lalu Nico meraih IPK 3.14 Dalam kesibukan Nico prestasipun telah diraih Juara 1 Bridge seleksi Liga Bridge Mahasiswa Nasional se Sumatara Bagian Selatan; Juara 4 Liga Bridge Mahasiswa Nasional di Jakarta; Juara 3 Bridge di UGM.

Dilanjutkan dengan mahasiswa UTI yang keempat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi yakni Ekawasti Januarsi saat ini di UAJY dengan matakuliah 14 sks sudah termasuk dengan mata kuliah Modul Nusantara adalah Sistem Informasi Akuntansi, Praktik akuntansi, Akutansi keuangan Lanjutan, dan pengauditan, dan di UTI dengan 8 sks matakuliah Akuntansi Internasional, Pajak dan Sistem Informasi Manajemen dengan IPK semester lalu 3,74.

“Dalam mengikuti program PMM-DN ini adalah, membuat saya semakin banyak kenalan dan teman untuk diskusi, bertemu dengan orang baru belajar untuk tetap membawa nama baik Almamater, dan dari program ini juga saya mengerti bahwa ada beberapa sistem yang belum saya pelajari. Untuk program ini menurut saya program ini sangat baik dan wajib untuk dipertahankan,” ucap Ekawasti.

Yang kelima mahasiswa Elda Tri Ayuningsih Program Studi S1 Akuntansi dalam mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang semester lalu dengan IPK 3.81. Mengikuti perkuliahan dengan 12 sks yang meliputi Praktik Akuntansi, Pengauditan I, Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Keuangan Lanjutan, sedangkan 8 SKS di UTI.

Baca Juga:   Universitas Teknokrat Indonesia Tandatangani PKS dengan Badan Bahasa

Kesannya dalam mengikuti program pertukaran mahasiswa ini sangat menyenangkan, bisa bertemu dengan dosen dan teman-teman mahasiswa dari kampus tujuan (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) dan dari berbagai universitas lainnya. Dan juga bisa mempelajari adat dan budaya dari daerah mahasiswa lainnya, mulai dari bahasa daerahnya dan juga tata krama yang ada di daerah mahasiswa. Untuk menambah teman dalam diskusi dan kerja kelompok, wawasan dan juga pengalaman.

“Harapannya untuk para program pertukaran mahasiswa ini semoga program ini bisa terus berlanjut sehingga mahasiswa lainnya bisa mempunyai pengalaman untuk kuliah di universitas lain, dan bertemu dengan teman-teman mahasiswa lainnya,” papar Elda Tri Ayuningsih.

Mahasiswa keenam dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan UTI yakni Helena Cynthia Agustin mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas Atmajaya Yogyakarta. SKS yang saya ambil di Universitas Teknokrat Indonesia ada 4 sks dan di Universitas Atmajaya ada 10 sks.

Untuk mata kuliah yang saya ambil di Universitas Teknokrat yaitu ada: Academic presentation, Introduction to literary study. Untuk mata kuliah yang saya ambil di Universitas Atma Jaya yaitu ada: Modul Nusantara, Bahasa Inggris Hukum, Bahasa Inggris Akademik, Bahasa Inggris Umum, dan Komunikasi Interpersonal. “Untuk IPK terakhir saya yaitu 3,36,” katanya.

Mahasiswa ketujuh adalah Aprilian Paramita matakuliah yang diambil dari UAJY 10 sks yakni Bahasa Inggris Hukum, Bahasa Inggris Akademik, Bahasa Inggris Umum, Komunikasi Interpersonal dan Modul Nusantara, sedangkan matakuliah yang di UTI 4 sks. “Luar biasa banyak sekali pengalaman saya ketika ikut Kampus Merdeka ini. Banyak pengalaman, pembelajaran, kenangan. Tidak bisa diungkapkan lagi bagaimana perasaan saya ketika ikut Kampus Merdeka ini, Luar Biasa,” katanya. (rls/wdi)






  • Bagikan