Implementasikan Teknologi Polikultur Ikan Kakap Putih dan Kerang Hijau

  • Bagikan
Proses penelitian polikultur di Pulau Pasaran, Bandarlampung. Foto dok Tim Pengabdian Masyarakat Unila

Oleh:
Deny Sapto Chondro Utomo, S.Pi., M.Si., Mahrus Ali, S. Pi., M.P.
Dr. Nuning Mahmudah Noor, S.Pi., M.P. (Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)

 

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kota Bandarlampung merupakan kota yang sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan laut. Salah satu pulau yang dimiliki adalah Pulau Pasaran yang telah lama dikenal sebagai sentra penghasil ikan teri Lampung.

Potensi Pulau Pasaran sangat beragam dan tidak terbatas pada teri. Salah satunya budidaya kerang hijau dan ikan. Untuk ini juga, tim pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Unila mengimplementasikan teknologi polikultur ikan kakap putih dan kerang hijau bagi masyarakat nelayan di perairan Pulau Pasaran.

Baca Juga:   Rekor Baru, Unila Sembelih 29 Ekor Hewan Kurban

”Beberapa ikan yang telah berhasil dibudidayakan sesuai binaan tim kami sebelumnya di antaranya ikan kerapu, ikan kakap, dan ikan bawal,” ungkap Dr. Nuning Mahmudah Noor selaku koordinator tim pengabdian tersebut.

Beberapa program yang telah dilaksanakan di Pulau Pasaran pun menurutnya berhasil ikut menjadikan pulau ini semakin popular di kalangan masyarakat. Khususnya wisatawan ataupun beckpacker.

Pembangunan minawisata di Pulau Pasaran, lanjutnya, sangat bergantung pada kesamaan presepsi dan kesatuan aksi antara masyarakat, pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung terealisasinya wisata bahari di Pulau Pasaran. Sehingga Pulau Pasaran menjadi icon baru dan komuditas yang dapat menguntungkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandarkampung (PAD) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara langsung.

Baca Juga:   Rekor Baru, Unila Sembelih 29 Ekor Hewan Kurban

Ada pun keunggulan implementasi teknologi polikultur ikan kakap putih dan kerang hijau bagi masyarakat nelayan di perairan Pulau Pasaran, jelasnya, meningkatkan produksi kerang hijau dengan teroptimalisasinya lahan/lingkungan perairan sekitar Pulau Pasaran serta penanganan pasca panennya. Manfaatnya tercipta icon baru Pulau Pasaran disamping produk teri nasi yang dapat mendukung program minapolitan dan minawisata Pulau Pasaran.

Prospek kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat Pulau Pasaran mengenai teknik polikultur budidaya kerang hijau yang baik dan benar dengan memperhatikan aspek kesinambungan. (*)




  • Bagikan