Korban Teror Pembakaran Rumah Meninggal Dunia

  • Bagikan
Foto dok. Radarlampung.co.id.

radarlampung.co.id – Tugini (40), warga Dusun Rowosari, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji, tak bisa bertahan menahan sakit akibat luka tusuknya Minggu (21/10) dini hari. Tugini merupakan korban teror oknum tidak dikenal (OTD) yang hendak membakar kediamannya. Bahkan pelaku dikabarkan sempat mengeluarkan dua kali tembakan.

Tugini dikabarkan meninggal sekitar pukul 07.00 WIB,  Rabu (24/10). Pasca menjalani perawatan intensif di ruang IGD RSUDAM, Tugini sudah sempat dipindahkan di ruang perawatan Mawar. Kabar meninggalnya Tugini turut didengar Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah.

“Yang bersangkutan sempat membaik, tapi semalam (23/10) mengeluh sakit pada paru-parunya tak jauh dari luka tusuknya. Dan pagi ini (24/10) saya mendengar kabar yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Politisi NasDem tersebut.

Sebelumnya, Kliwon (44), suami korban bercerita, sekitar pukul 01.00 WIB Minggu (21/10), dirinya mendengar letupan api. “Padahal beberapa saat sebelum kejadian saya bersama keluarga baru saja makan. Setelah makan saya istirahat. Sekitar pukul 01.00 WIB istri dan anak saya teriak api-api,” ujarnya saat ditemui di IGD RSUDAM.

Baca Juga:   Ciptakan Rasa Aman Ditengah PPKM Darurat, 235 Personel Patroli

Ia pun terbangun dari tidurnya dan langsung keluar untuk mengecek. Benar saja tampak api telah berkobar di bagian belakang dan depan rumahnya, sehingga membuat Kliwon meminta keluarganya untuk keluar.

“Namun saat keluar terdengar suara letusan seperti tembakan sebanyak dua kali,” terangnya sembari mengelus perut istrinya.

Saat tengah panik istrinya pun memberitahunya bahwa tangan dan bahunya mengalami luka. “Jadi kondosi saat kejadian gelap, usai terdengar letusan istri saya bilang, pak-pak tanganku sakit, saya kira kena tembak, namun setelah dironsen, tangan dan bahu istri luka karena senjata tajam,” terangnya.

Yang sangat miris, ternyata saat mengalami luka bacok Tugini sedang menggendong anak balitanya. ”Untung saja anak saya tidak ikut mengalami luka. Istri saya ditikam dari belakang saat sedang menggendong anak saya yang masih balita,” terangnya.

Baca Juga:   Polisi Bubarkan Aksi Balapan Liar di Sultan Agung

Selain istrinya, Kliwon juga menuturkan bahwa anaknya bernama Rahmadi (16) mengalami luka tembak di tangan kanannya. “Ternyata anak saya yang tertembak di tangan kanannya,” ujarnya.

Saat ditanya, penyebab penyerangan yang meninpa keluarganya tersebut, Kliwon mengaku tidak tahu. ”Saya nggak tau penyebab penyerangan ini pak. Dan memang rumah saya jauh dari tetangga, berjarak sekitar 100 meter,” ungkapnya. (sur) 




  • Bagikan