Indonesia Batasi Perjalanan 11 Negara di Afrika


Lokasi investasi tersebar di 22 provinsi dengan enam kelompok industri. Mulai dari infrastruktur ekonomi, industri logam dasar hingga ekonomi digital.

Saat ini, berbagai indikator utama ekonomi nasional telah menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen pada Oktober tercatat sebesar 113,4. Menunjukkan pulihnya kepercayaan dari sisi demand dan PMI Manufaktur yang berada pada zona ekspansif menunjukkan perbaikan di sisi supply.





Investasi hingga Q3 tahun 2021 juga meningkat. Realisasinya telah mencapai Rp659 triliun atau meningkat 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Sementara itu, adanya investasi di Indonesia saat ini juga mampu menciptakan lebih dari 900 ribu lapangan kerja. Untuk itu, besaran investasi yang telah dicapai tahun ini akan ditingkatkan lagi targetnya menjadi 1.200 triliun rupiah.

Baca Juga:   Qodari: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres

Airlangga juga mengungkapkan, hingga Oktober 2021, cadangan devisa dan neraca perdagangan Indonesia relatif terus meningkat sejak 2019.

“Dari sisi ekonomi, Indonesia juga memiliki keseimbangan eksternal dan internal yang kuat. Cadangan devisa kita dan nilai ekspor Indonesia tertinggi dalam sejarah. Hal ini didukung surplus neraca perdagangan secara kumulatif yang mencatatkan kenaikan tertinggi selama 10 tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga komoditas global yang kemudian meningkatkan penerimaan APBN,” urai Airlangga. (rls/ais)