Ingat, Jadi Santri Itu Berat!

  • Bagikan
Kirab santri yang diikuti siswa SMP IT Insan Mulia Banuaoarding School (IMBOS) Pringsewu. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Menjadi santri tidak hanya belajar mengaji, tetapi harus juga bisa mandiri. Selain itu, cinta NKRI. Di mana, para santri juga berjuang dan harus mengisinya untuk kemajuan.

Hal ini disampaikan Pembina Yayasan SMP IT Insan Mulia Banuaoarding School (IMBOS) Pringsewu Riyanto Pamungkas  dalam peringatan Hari Santri. ”Hari Santri mengingatkan kita kepada sosok pejuang hebat KH Hasyim Asy’ari yang mengajarkan  tentang perjuangan kaum santri untuk NKRI,” tegasnya.

Ditambahlan Ketua Yayasan SMP IT Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu Heru Novendi, seorang santri juga harus kreatif, inovatif dan berjiwa entrepreneurship. “Mengingat tugas santri kelak sangat berat, yaitu menjaga NKRI serta mengemban misi perdamaian,” sebut dia.

Sementara, rangkaian peringatan Hari Santri di SMP IT IMBOS berlangsung selama empat hari, sejak Sabtu (19/10) hingga Selasa (22/10). Dimulai dengan kirab santri, aneka lomba seperti MTQ, dai, kaligrafi, puisi, menulis teks khutbah jumat, LCC, nasyid, adzan dan kebersihan kamar.

Puncaknya, pembagian hadiah serta tausiyah. “Kegiatan semacam ini akan terus kami laksanakan. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada santri dalam menuntut ilmu dan perannya kelak dalam menjaga NKRI. Kami berharap tahun depan bisa lebih semarak lagi,” imbuh Direktur Pesantren IMBOS Moh. Masrur. (sag/ais)




  • Bagikan