Ingat, PAUD Adalah Pondasi Pendidikan Karakter!

  • Bagikan
Bunda PAUD Pesawaran Nanda Indira Dendi meresmikan pembangunan unit gedung baru PAUD Negeri percontohan di Desa Sukaraja, Gedongtataan, Selasa (26/3). FOTO HUMAS DAN PROTOKOL PESAWARAN  
Bunda PAUD Pesawaran Nanda Indira Dendi meresmikan pembangunan unit gedung baru PAUD Negeri percontohan di Desa Sukaraja, Gedongtataan, Selasa (26/3). FOTO HUMAS DAN PROTOKOL PESAWARAN  

radarlampung.co.id – Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Bunda PAUD Pesawaran Nanda Indira Dendi meresmikan pembangunan unit gedung baru PAUD Negeri percontohan di Desa Sukaraja, Gedongtataan, Selasa (26/3).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Syukur memberikan apresiasi kepada Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud yang diwakili Kepala BP PAUD dan Dikmas Lampung yang telah mengalokasikan dana dari APBN untuk pembangunan tersebut melalui swakelola masyarakat.


“Kita berharap agar gedung ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendidik dan memberikan nilai-nilai luhur serta budi pekerti. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh berkembang menjadi anak yang saleh dan saleha serta taat kepada guru dan menaruh hormat kepada orang tua,” tegas Syukur.

Dalam peresmian tersebut, Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud yang diwakili Kepala BP PAUD dan Dikmas Lampung Rindang Sari Ade mengungkapkan, pendidikan anak usia dini merupakan pondasi pendidikan karakter.

Jika pondasi kokoh, maka seluruh unsur dan struktur bangunan diatasnya memiliki pijakan yang kuat. Sebaliknya, jika pondasinya rapuh, maka betapapun bagusnya pendidikan setelah periode usia dini, bangunan pendidikan karakter itu akan mudah runtuh.

Senada dikatakan Bunda PAUD Pesawaran Nanda Indira Dendi. PAUD adalah pondasi pendidikan karakter dan juga merupakan lembaga untuk memberikan stimulasi pendidikan yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan, sehingga anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya.

“Perlu diingat juga, minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama. Karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan,” tegasnya. (ozi/ais)

 




  • Bagikan