Ingat, Pelaku Usaha Harus Ulet Jalankan Bisnis !

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seorang pelaku usaha harus miliki strategi cadangan jika di tengah jalan mengalami kendala. Hal itu dikatakan owner Elscoffee dan Kopi Ketje Elkana dalam webinar festival UMKM Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Bandarlampung, Sabtu (24/4).

Owner Elscoffee dan Kopi Ketje Elkana mengatakan, sejak tahun sejak 2012, ia pelan-pelan mendirikan usaha Els coffee. Saat itu, Elkana fokus untuk memperluas bisnisnya, dengan sudah dibangun pondasi yang kuat.

“Karena kita mesti tumbuh jangan di satu titik saja, tapi sebelum itu, pondasinya harus kuat dulu. Pondasi bukan hanya sumber daya manusia, tetapi juga bagaimana membentuk branding yang kuat,” ujarnya, saat menjadi narasumber di festival UMKM IMA Chapter Bandarlampung, Sabtu (24/4).

Baca Juga:   Ada Cashback Besar-besaran di Pegadaian Lampung

Elkana juga menuturkan, setiap usaha atau bisnis, harus menyiapkan backup strategi, atau rencana strategi lainnya, jika usaha mengalami kegagalan.

“Berbisnis itu kita harus realistis dengan resiko-resiko yang akan terjadi. Jadi kita harus bisa menyiapkan strategi lain, jika kira-kira ketika bisnis kita akan akan turun atau gagal, kita sudah punya backup strategi. Itu harus,” ujarnya.

Dia juga berpesan, untuk yang akan memulai bisnis, agar jiwa dan passion di dunia usaha harus ditingkatkan, harus mengetahui dasar bisnis, serta realistis dengan resiko yang akan terjadi dalam dunia usaha.

“Untuk yang baru mulai berbisnis, memang butuh keuletan atau passion yang tinggi, karena jika tidak, tidak akan maksimal dalam menjalankan usaha ini,” tuturnya.

Baca Juga:   Ketua Apindo Lampung dan Rektor Unila Bertemu, Siap Luncurkan Program Kolaborasi

Sementara, owner Bebek Belur Arif menuturkan, bebek belur muncul di tahun 2012, dan mulai perluasan usaha di tahun 2014. Sehingga, saat ini, bebek belur telah memiliki 8 outlet yang tersebar di Bandarlampung, dan di luar Bandarlampung.

Ia mengatakan, saat pandemi Covid-19, memberikan pelajaran yamg cukup berharga untuk usahanya. Menurutnya, semua lini terdampak adanya pandemi covid-19, termasuk bebek belur. Bahkan, ia merumahkan karyawannya hampir 40 persen.

Dari pandemi juga, ia belajar, bahwa pentingnya cashflow dalam sebuah bisnis.

“Bagi saya, pandemi memberikan pelajaran, dan menurut saya, cobaan itu apakah kita cocok untuk berbisnis, dan yang paling penting bagaimana kita lebih belajar untuk mengatur cashflow,” ucapnya.

Baca Juga:   Uang Beredar di Mei Mencapai Rp6.994,9 Triliun

Usai festival UMKM, diteruskan dengan IMA berbagi dengan panti asuhan, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan. Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 2,28 yon hasil dari gotong royong para anggota IMA chapter Bandarlampung.

“Ini merupakan kegiatan rutin kita, dan tak hanya saat Ramadhan saja, tetapi bulan-bulan lainnya juga kita ada kegiatan ini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi yang menerima,” pungkasnya.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di halaman toko oleh-oleh Damarian Kota Bandarlampung. (rur/yud)



  • Bagikan