Ingin Dapatkan Sapi Berkualitas, Distan Aplikasikan Transfer Embrio

  • Bagikan
Distan melakukan pengaplikasian transfer embrio sapi. Foto Dinas Pertanian Tulangbawang
Distan melakukan pengaplikasian transfer embrio sapi. Foto Dinas Pertanian Tulangbawang

Radarlampung.co.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mengaplikasikan transfer embrio sapi di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas sapi yang bagus.

Dalam kesempatan itu, Distan menggandeng Tim Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.


Transfer Embrio (TE) merupakan bioteknologi reproduksi generasi kedua setelah Inseminasi Buatan (IB).

“TE merupakan suatu teknik memasukkan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resipien) dengan alat tertentu untuk tujuan agar ternak bunting,” kata Kepala Distan Tulangbawang Nurmansyah, didampingi Kepala Bidang Peternakan Nasib Subagyo, Senin (18/10).

Nurman menjelaskan, embrio yang dimaksud adalah hasil pembuahan spermatozoa dan sel telur alami maupun buatan (in vivo maupun in vitro) yang dipanen (flushing) pada umur tujuh hari dan bisa ditransferkan ke induk sapi lainnya (resipien).

Baca Juga:   Polres Tuba Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi DD ke Kejaksaan

“Tujuannya untuk meningkatkan mutu genetik ternak, sekaligus memperoleh sapi berkualitas genetik unggul dalam jumlah besar, baik dari pejantan maupun dari betina unggul,” ungkap mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi tersebut.

Dalam pengaplikasiannya, embrio yang digunakan berasal dari pejantan dan indukan yang unggul dengan recording jelas, sehingga kedepannya diharapkan menurunkan sifat atau genetik embrio yang unggul juga.

Menurut Nurman, aplikasi transfer embrio memiliki timgkat keberhasilan yang rendah. Sehingga seleksi betina resipien harus dilakukan dengan ketat, untuk meningkatkan keberhasilan aplikasi.

Syarat betina resipien harus memiliki performa tubuh yang baik, tidak dalam kondisi bunting, memiliki ovarium yang sehat (memiliki corpus luteum fungsional), serta tidak memiliki riwayat gangguan reproduksi. Selain itu faktor stres dan pakan dengan nutrisi yang baik juga memiliki peran dalam keberhasilan aplikasi transfer embrio. (nal/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan