Ingin Miliki Rumah KPR? REI: Tertibkan Transaksi Sebagai Bukti Bisnis Tetap Berjalan 

  • Bagikan
Ketua DPD REI Lampung Djoko Handoko. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Asosiasi Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Lampung mengimbau kepada calon pembeli perumahan untuk tertibkan catatan tabungannya. Hal itu sebagai salah satu pertimbangan bank untuk menyetujui pengajuan pengambilan rumah KPR.

Ketua DPD REI Lampung Djoko Handoko menjelaskan, jika melihat ke belakang saat pandemi Covid-19 muncul, KPR sangat diprioritaskan hanya untuk masyarakat dengan penghasilan tetap. Tetapi, bank mulai membuka keran KPR dengan persyaratan tertentu, salah satunya masyarakat dengan penghasilan tetap yang bidang kerjanya terdampak, itu belum diperbolehkan pada tahun pertama.

“Sehingga penghasilan tak tetap banyak terelimninasi atau tidak disetujui pihak bank atas dasar itu,” ujarnya, Kamis (24/6).

Kemudian, ia melanjutkan, di awal 2021 sudah terjadi perbaikan ekonomi meskipun belum signifikan. Beberapa bank sudah membuka diri seperti tenaga kontrak diperbolehkan melakukan pembelian perumahan KPR dengan syarat tertentu. Wiraswasta juga diperbolehkan dengan syarat tertentu.

Baca Juga:   Top ! BRI Catatkan Pertumbuhan Penjualan SBR10 Hampir 5 Kali Lipat

“Misalkan pedagang, sudah melakukan usaha dengan trackrecord yang jelas. Jadi ini keran pelan-pelan dibuka, tetapi tetap diseleksi,” imbuhnya.

Sehingga, Djoko melanjutkan, siapapun bisa mengambil perumahan KPR termasuk UMKM dengan membuktikan kapasitas yang dimiliki. Salah satunya, UMKM menunjukkan adanya aktivitas yang tercatat di bank setidaknya dalam tiga bulan.

“Jadi bank sudah bisa mengenali usaha UMKM tersebut memang berjalan, ada perputaran uang, dan itu menjadi suatu pertimbangan bahwa memiliki kemampuan untuk mengangsur,” tukasnya.

Selain itu, calon pembeli harus menjaga kolektabilitas. Menurutnya, salah satu komponen persetujuan kredit adalah karakter. Jika memiliki usaha yang bagus, tapi karakternya tidak bagus, bank juga tidak menyetujui.

“Karena jika kita pernah ada pinjaman, atau kredit kendaraan, itu akan terlihat, bank juga akan melihat trackrecord-nya, lancar atau tidak pembayarannya. Itu akan menjadi karakter kita,” ungkapnya.

Baca Juga:   RUPSLB BRI: 96% Suara Setujui Penerbitan 28,67 Miliar Lembar Saham Baru

Sehingga, tambahnya, calon pembeli perumahan KPR harus bisa menunjukkan kapasitas diri guna membuktikan kemampuannya, terutama dalam proses pembayaran nantinya. (rur/sur)




  • Bagikan