Ini Alasan Anggota Dewan Lambar Pukul ASN

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Kesalahpahaman diduga menjadi pemicu keributan antara anggota DPRD Lampung Barat Sa dan Suryanto, seorang aparatur sipil negara (ASN). Sa mengaku hilang kesabaran dan kerap terpancing emosi dengan sikap Suryanto yang merupakan koordinator wilayah (Korwil) Pendidikan untuk Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Puncaknya, ia kalap dan memukul serta melempar Suryanto dengan batu.

Menurut Sa, peristiwa itu bermula dari diamankannya salah seorang pemuda. Ia diduga suruhan Suryanto yang akan memasang guna-guna (santet, Red) untuk menyerang Sa.

”Kejadian itu tanggal 13 Juni 2018. Saya menangkap anak buahnya (Suryanto, Red). Intinya perbuatan tidak menyenangkan di rumah saya. Ia diduga menanam guna-guna. Ada foto saya, tanah kuburan dan barang lain,” kata Sa.

Baca Juga:   Dugaan Penganiayaan Pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin, Polres Tuba Periksa Lima Saksi

Awalnya, Sa mengaku tidak percaya. Namun saat ia bertanya, pemuda tersebut mengaku diperintahkan oleh Suryanto. ”Saya cuma mikir, apa salah saya. Tapi saya berusaha tidak mempermasalahkannya. Bahkan orang yang kami tangkap, kemudian disuruh pulang,” sebut dia.

Namun menjelang pergantian tahun, tim suksesnya  melaporkan bahwa Suryanto membicarakan dirinya. ”Tim (sukses) saya datang dari Gunung Kapur, Sukadamai dan lainnya. Mereka menanyakan apa masalah bapak (Sa, Red)  dengan Suryanto. Sebab Suryanto pernah menjelek-jelekkan saya. Tapi saya tidak mempermasalahkan,” tegasnya.

Puncaknya, ada gotong royong jalan di Pekon Bandaragung, Kecamatan BNS, Rabu (2/1). Saat itu Sa berbaur dengan masyarakat. ”Masyarakat laporan ke saya. Waktu Suryanto akan berangkat ke kantor mengenakan pakaian PNS, dia bilang, yang serius gotong-royong. Ini jalan bukan Sa yang bangun,” ujarnya.

Baca Juga:   Dugaan Penganiayaan Pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin, Polres Tuba Periksa Lima Saksi

Lantas Suryanto melintas di jalan tersebut dan bertemu Sa. Lantaran terpancing emosi, Sa memukul Suryanto dan melemparnya dengan batu. ”Saya sudah benar-benar emosi. Saya tinju sekali dan lempar pakai batu. Saya manusia biasa. Tentu tidak bisa selalu sabar dengan perlakuan seperti itu,”  tegasnya. (nop/ais)

 

 

 




  • Bagikan