Ini Dua Fokus Pemprov Lampung di Tahun 2022

  • Bagikan
Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Beberapa penghargaan dan capaian kinerja Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia dipaparkan dalam refleksi akhir tahun Pemprov Lampung pada Senin (27/12). Namun, upaya kedepannya Pemprov Lampung tetap akan memfokuskan pada pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan yang dihubungi, Selasa (28/12). “Iya untuk tahun ini sudah kami paparkan pada refleksi akhir tahun kemarin, tentunya untuk tahun mendatang (2022) kami akan melakukan beberapa hal dibawah koordinasi Bapak Gubernur Lampung,” ungkap Mulyadi.



Dia mengatakan, tahun depan memang masih di fokuskan beberapa hal. Seperti pemulihan kesehatan karena masih dalam pandemi Covid-19. “Untuk tahun depan masih prioritas karena keselamatan masyarakat tetap utama. Pemulihan ekonomi juga SDM harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Wagub Dorong Penerbangan Kargo Ke Pesisir Barat

Di tambahkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Kusnardi ada untuk beberapa program utama Gubernur Lampung pada tahun ini memang cukup meningkat. Salah satunya ialah program utama Kartu Petani Berjaya (KPB).

Di mana, hingga Desember 2021, petani yang telah terintegrasi KPB ada sebanyak 212.224 orang. Kemudian telah tersalurkan pupuk subsidi melalui aplikasi KPB tercatat telah tersalurkan kepada 119.492 orang di 15 kabkot. Realisasi KUR Tani per 6 Desember mencapai Rp186.440.740. untuk 8.180 debitur petani. Dan petani yang merupakan anggita KPB telah mendapatkan fasilitas asuransi Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 15.940,53 hektar. Untuk beasiswa yang diberikan kepada anak petani, ada sebanyak 249 Mahasiswa pertanian di Polinela; di Itera sebanyak 156 mahasiswa dan di Unila sebanyak 100 mahasiswa.

Baca Juga:   Vaksin Booster Sudah Sasar 1.637 Masyarakat Rentan

Kusnardi mengatakan memang jumlah petani yang bergabung dengan KPB terus bertambah. Hal ini tentu akan dibarengi dengan perbaikan sistem agar pelaksanaan nya bisa lebih memudahkan petani.

“Kami terus lakukan sosialisasi kedepan sambil memperbaiki sistem agar lebih mudah digunakan, juga kita jalinkan kerjasama. Serta sosialisasi terus dilakukan, mudah-mudahan kedepan kita manfaatkan organisasi kemasyarakatan seperti karang taruna, KTNA, kelompok mahasiswa dan juga kelompok di pedesaan dilakukan jadi semacam duta KPB, agar luas penyebarannya,” ungkapnya.

Baca Juga:   2022, Bapenda Targetkan Pembayaran PKB Dapat Dilakukan di 500 BUMDes

Selain itu, Pemprov Lampung juga memantau kondisi pupuk agar harganya tetap stabil. Tidak hanya pupuk subsidi namun juga pupuk non subsidi.

“Kami juga mengharapkan KPB bisa memberikan kemudahan bagi petani, baik untuk daerah yang belum tersentuh terutama daerah yang aksesbilitas yang rendah, utamanya telekomunikasi rendah. Namun kita terus upayakan bisa dikembangkan diberbagai daerah di Lampung,” tandasnya. (rma/wdi)






  • Bagikan