Ini Dua Solusi Cegah Stunting

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pelaksana tugas, (Plt), Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, menghadiri acara Rembuk Stunting Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten setempat, tahun 2020 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Lampura, Rabu (11/3).

Budi Utomo menyatakan, pemerintah masih terus bekerja keras mengatasi masalah kekurangan gizi. Kekurangan gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik terhadap ibu maupun bayinya.

“Gangguan kesehatan pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik. Balita dan baduta (Bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal,” kata dia.

Dilanjutkannya, menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan nantinya di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas, yang secara luas akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan tingkat kemiskinan dan memperlebar ketimpangan,

“Karena itu permasalahan stunting harus ditangani secara serius untuk menghindari hilangnya sebuah generasi,” jelas Budi Utomo.

Melalui rembuk stunting, lanjut Budi, diharapkan semua pihak dapat semakin bersemangat dalam memberikan kontribusi terhadap solusi penanganan stunting.

“Terdapat 2 solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan stunting, yaitu dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik diarahkan untuk mengatasi penyebab langsung masalah stunting, sedangkan intervensi sensitif diarahkan untuk mengatasi penyebab tidak langsung yang menjadi akar masalah dan dampak jangka panjangnya,” kata dia.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya upaya tersebut, percepatan penurunan penderita gagal tumbuh di Kabupaten Lampura, dapat tercapai sesuai dengan harapan. 

“Program pengentasan kemiskinan dan kesehatan, seperti PKH, JKN, Jampersal, BSPS atau program bedah rumah, pemberian raskin, pemberian subsidi dan program pengentasan kemiskinan lainnya menjadi sangat penting dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting,” pungkasnya (ozy/yud).




  • Bagikan