Ini Isu yang Diangkat Dalam Musrenbang RKPD Tanggamus

  • Bagikan
Persiapan musrenbang rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Tanggamus 2020 yang akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa (12/3). FOTO EDI HERLIANSYAH/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Persiapan musrenbang rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Tanggamus 2020 yang akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa (12/3). FOTO EDI HERLIANSYAH/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Sejumlah isu strategis akan disampaikan pada musrenbang rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Tanggamus 2020. Yaitu percepatan pembangunan proyek strategis nasional, seperti industri maritim dan pembangunan kawasan industri pertahanan.

Kemudian isu strategis penyelarasan program pengembangan kawasan strategis Lampung dan Tanggamus. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tanggamus Yadi Mulyadi, Senin (11/3).


”Isu lain yang akan disampaikan adalah pengembangan koridor ekonomi masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Tanggamus (MP3ET),” kata Yadi.

Ada empat koridor ekonomi. Pertama sebagai pusat pengembangan tanaman pangan, minapolitan dan konservasi. Koridor dua sebagai pusat pengembangan agroindustri dan pertambangan.

”Koridor tiga sebagai pusat pengembangan agropolitan dan koridor empat sebagai pusat industri maritim, pariwisata, dan penunjang kawasan minapolitan,” papar Yadi didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pendanaan Daerah Feri Septiawan. Isu terakhir yang akan diangkat terkait penanggulangan kemiskinan daerah.

Baca Juga:   Pemkab Pesbar Gelar Musrenbang RPJMD 2021-2026

Musrenbang RKPD ini akan berlangsung di GSG Islamic Center Kotaagung selama tiga hari, mulai Selasa (12/3). Rencananya dibuka Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri didampingi Bupati Tanggamus Dewi Handajani.

Musrenbang RKPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode satu tahun. ”Sebagai penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis perangkat daerah yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dan dilakukan dengan pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, atas-bawah (top down) dan bawah-atas (bottom up),” urainya.

Lebih lanjut Yadi mengungkapkan, rancangan RKPD yang telah dibahas merupakan rangkaian dari forum musrenbang. Mulai dari tingkat pekon/kelurahan sampai tingkat kabupaten. Penyusunannya berpedoman pada RPJMD, memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya dan mengacu pada sasaran pembangunan nasional yang telah dicanangkan melalui 9 agenda prioritas pembangunan atau Nawa Cita. (ral/ehl/ais)

Baca Juga:   Pemkab Pesbar Gelar Musrenbang RPJMD 2021-2026

 

 




  • Bagikan