Ini “Jualan” Paslonkada di Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Wisata

  • Bagikan
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 1 M. Nasir-Naldi Rinara memberikan keterangan saat konferensi pers, Rabu malam (4/11). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 1 M. Nasir-Naldi Rinara akan memberikan porsi anggaran yang besar di dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Upaya meningkatkan SDM berinovatif, kami akan berikan porsi anggaran yang besar dalam rangka meningkatkan pendidikan dasar, menengah dan tinggi,” kata M. Nasir saat menjawab pertanyaan moderator pada segmen ketiga debat publik pasangan calon bupati-wakil bupati di Graha Adora, Rabu malam (4/11).

Langkah selanjutnya, memberikan kesempatan kepada siswa untuk diberikan bea siswa sehingga terwujud SDM yang tinggi. Sebagai modal membangun Pesawaran sehingga  ke depan IPM di kabupaten itu akan meningkat.

Saat ditanya strategi dan kebijakan konkret apa yang akan dilakukan guna meningkatkan ekonomi kerakyatan, Naldi Rinara menyatakan akan berupaya menggaet investor untuk berinvestasi di Pesawaran sehingga banyak menyerap tenaga kerja.

Baca Juga:   Unila Bakal Kukuhkan 12 Guru Besar

“Selain itu, akan meringankan pajak selama dua tahun di tengah pandemi Covid-19. Ketika investor memiliki usaha yang baik, kami mewajibkan pelaku usaha merekrut tenaga kerja dengan memberdayakan masyarakat di Pesawaran,” kata Naldi.

Sementara calon Bupati Pesawaran nomor urut 2 Dendi Ramadhona saat menjawab upaya yang dilakukan agar potensi wisata dapat berkembang dan tetap mengedepankan kesehatan di tengah pandemi virus Corona, strategi yang akan dijalankan yakni dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata seluas 300 hektare akan dilanjutkan.

“Kemudian memberikan relaksasi dalam peningkatan industri wisata. Memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa destinasi wisata Pesawaran aman dari Covid-19. Dengan menerapkan prokes serta pelaku usaha diberikan bantuan dalam upaya penanganan Covid-19-19,” jelasnya.

Baca Juga:   Ribuan Pelajar di Lampung Tidak Lolos PPDB

Kemudian, ketika menjawab upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini mencapai 15,9 persen, Dendi menjelaskan, terdapat 65 ribu lebih masyarakat di bawah garis kemiskinan.

Pandemi virus Corona membuat banyak pekerja di-PHK dan pasar tidak terlalu baik dalam penjualan produk.  Termasuk para pedagang di daerah Teluk Pandan, sangat terdampak selama pandemi.

“Tentunya kami akan memberikan tunjangan kepada warga yang terkena PHK. Ke depan akan kita tingkatkan lagi. Pada era digitalisasi, produk di desa kita akan terintegrasi dengan program desa digital dan desa wisata,” tegasnya. (ozi/ais)



  • Bagikan