Ini Kata Manajemen Mal Pasca Insiden Terjepitnya Jari Bocah 5 Tahun

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Central Plaza memberikan klarifikasi terkait insiden bocah 5 tahun yang jarinya terjepit di eskalator mal tersebut, Rabu (28/4) kemarin. Hal tersebut diungkapkan General Manager Central Plaza, Yus Arie Andrianto.

Dia mengatakan, setelah kejadian tersebut pihaknya langsung mengantarkan korban ke rumah sakit. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan mal kepada korban yang merupakan pengunjung di mal saat itu.

“Atas insiden ini kita juga memberikan pelayanan terbaik dengan membawa korban ke rumah sakit dan diberikan tindakan sebagaimana mestinya,” kata dia, Kamis (29/4).

Dia juga mengatakan, dirinya terus memantau kondisi korban. Korban sendiri diketahui mengalami luka pada jari tengah tangan kiri. Menurut dia, kondisi korban saat ini juga sudah mulai membaik.

“Tadi pagi saya sudah telpon orangtua anak tersebut, dan ayahnya bilang kalau dia (korban, red) sudah baik-baik saja sekarang,” katanya.

Lebih jauh dia memaparkan, berdasar rekaman cctv, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 wib. Saat itu, kedua orangtua si bocah sedang berada di lantai dua. Sementara si bocah bersama sang kakak berada di lantai satu.

Baca Juga:   Siap-siap, Pedagang Emperan Akan Turut Dipasang Tapping Box

“Kalau dilihat dari cctv, korban memang terlihat bermain-main di sekitar eskalator. Kejadiannya memang sangat cepat dan tiba-tiba jari anak itu terjepit,” katanya.

Yus Arie mengatakan, pihaknya juga secara rutin melakukan pemeliharaan pada eskalator di setiap lantai mal. Sehingga, saat terjadi kecelakaan, sistem keselamatan akan secara otomatis bekerja dan eskalator akan berhenti beroperasi sementara.

“Baru minggu lalu kami lakukan pemeliharaan di semua eskalator kami. Satuan pengaman kita juga ada, tapi memang mereka mobile karena kondisi mal yang saat itu ramai,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Namun, dirinya juga berharap para orangtua tidak lengah pada buah hati mereka saat sedang berbelanja.

Baca Juga:   TP4D Bandarlampung Kembali Segel Tujuh Tempat Usaha, Tiga di Antaranya Hotel

“Terlebih karena momen lebaran penuh sesak pengunjung untuk berbelanja. Kita sudah memberikan pelayanan terbaik tapi minta agar orangtua juga tetap memperhatikan buah hatinya saat berbelanja,” pungkasnya.

Sebelumnya, BQ (5), warga Kota Agung, Tanggamus mengundang perhatian pengunjung mal setelah terjatuh di eskalator lantai satu mal tersebut. Tidak hanya itu, jari tangan kiri BQ juga sempat terjapit di sela-sela tangga berjalan tersebut.

Pristiwa tersebut diketahui terjadi di Central Plaza, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, sekitar pukul 13.22 wib.

Sontak, tangis kesakitan bocah malang tersebut membuat panik seisi mal. Petugas mal juga bergerak cepat mematikan dan membongkar eskalator guna menyelamatkan bocah tersebut.

Berdasar sejumlah saksi di lapangan mengatakan, BQ yang datang bersama kedua orangtuanya memang sempat terlihat berkeliaran di sekitar eskalator di lantai satu.

BQ juga terlihat beberapa kali menaiki eskalator seorang diri. Bocah tersebut akhirnya terjatuh dan jari tangan kirinya terjepit di sela-sela eskalator yang sedang beroperasi.

Baca Juga:   Pemkot Buka Segel Sujumlah Tempat Makan, Tapi Ada Aja Nih yang Masih "Nyaman" Tersegel

Imron, paman korban mengatakan dirinya baru mengetahui hal tersebut. Dia juga langsung datang ke lokasi kejadian setelah mengetahui jari sang keponakan terjepit di eskalator.

“Saya baru saja sampai, katanya jari dia (korban, red) masuk ke eskalator yang di bawah (lantai satu, red) itu. Katanya jari tangan kirinya retak,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini korban bersama kedua orangtuanya juga sudah dibawa ke rumah sakit Advent guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. ”sudah, tadi (korban, red) sudah dibawa ke rumah sakit sama orang tuanya,” tandasnya.

Sementara itu, hingga saat ini perwakilan Central Plaza masih belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut. Namun, saat ini pihaknya mengaku sedang mendampingi korban guna mendapatkan perawatan lebih intensif. (Ega/yud)



  • Bagikan