Ini Kenapa? Ikan-ikan di Pantai Panjang Banyak Mati


Ikan yang mati di Pantai Kabarti, Panjang Utara, Bandarlampung. Peristiwa yang diduga disebabkan pencemaran ini terjadi sejak Sabtu (1/6). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Ikan yang mati di Pantai Kabarti, Panjang Utara, Bandarlampung. Peristiwa yang diduga disebabkan pencemaran ini terjadi sejak Sabtu (1/6). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Nelayan yang ada di pesisir Pantai Kabarti, Panjang Utara, Bandarlampung khawatir. Ini menyusul matinya ikan dan hewan laut lainnya di kawasan tersebut. Diduga peristiwa ini disebabkan oleh pencemaran.

Menurut Rolan, salah seorang nelayan, matinya biota laut itu diketahui sejak Sabtu (1/6) lalu. Ini merupakan peristiwa yang tidak biasa. ”Subuh (Sabtu, Red), saya mau melaut. Kok banyak ikan sama kepiting di pinggir. Kemungkinan karena limbah,” kata Rolan.





Peristiwa ini sudah dua kali terjadi dalam sebulan terakhir. Hal tersebut menyebabkan ia dan nelayan lain kesulitan mendapatkan ikan. ”Ikan sudah nggak ada. Kapal (nelayan) pada nganggur karena tidak melaut. Belum ada (pihak terkait) yang melakukan pemeriksaan. Air berubah warna, sama kayak ada minyak gitu,” ucapnya.

Dilanjutkan, banyaknya ikan dan binatang laut yang mati membuat warga turun ke pantai. ”Banyak (warga) yang ke sini. Ikan sama rajungan yang biasa kita tangkap, tekapar di pinggir. Bahkan, banyak juga ikan buntal yang mati,” ujarnya.

Karena itu, Rolan berharap pihak terkait bisa melakukan pemeriksaan. ”Ya, mudah-mudahan cepat ada jalan keluar. Sebab, kalau begini, bagaimana kami cari makan,” keluhnya. (mel/ais)