Ini Ketentuan WFH dan WFO di Lambar

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO SHRM.ORG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 060/397/09/2021 tentang sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di lingkungan pemkab setempat, Senin (12/7).

Terdapat sejumlah poin dalam surat edaran tersebut. Pertama, sistem kerja ASN di Pemkab Lambar diberlakukan sistem work from home (WFH) dan work from office (WFO) dengan memperhatikan beberapa hal.

Yakni, apabila wilayah Lambar dalam penyebaran virus Corona dengan risiko tinggi atau zona merah, maka seluruh perangkat daerah wajib menerapkan pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya sebanyak 75 persen pegawai dan 25 persen menjalankan tugas kedinasan di kantor (work from office).

Baca Juga:   PSMTI-Polres Lambar Bagikan Paket Sembako

“Apabila wilayah penyebaran Covid-19 dengan risiko sedang atau zona oranye, maka seluruh perangkat daerah wajib menerapkan pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya (work from home) sebanyak 50 persen pegawai,” ungkapnya.

Selanjutnya, wilayah dalam penyebaran Covid-19 dengan risiko rendah atau zona kuning, untuk perangkat daerah yang memiliki pegawai dinyatakan suspect maupun positif Covid-19 sebanyak dua orang, maka wajib menerapkan 50 persen WFH.

“Jika terdapat pegawai yang dinyatakan suspect maupun positif Covid-19 sebanyak lima orang atau lebih, maka organisasi perangkat daerah tersebut wajib memberlakukan 100 WFH,” papar bupati dalam surat edaran tersebut.




  • Bagikan