Ini Kronologis Pengungkapan 6 Kg Sabu Jaringan Aceh

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga menjelaskan, pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 6 kilogram di Jalan Lintas Sumatera, Kampung Gotongroyong, Kabupaten Lampung Tengah, terhadap kurin yang ingin melakukan transaksi narkoba disebuah tambal ban.

“Mereka membawa sabu ini dengan cara disembunyikan didalam ban serep yang disimpan dibagasi mobil ketika ketemu tersangka lainnya baru mereka bertukar ban, biasanya transaksi dilakukan di tempat tambal ban. Dan ini merupakan modus baru,” ujarnya, Kamis, (26/7).

Lanjut Tagam, Kedua tersangka yang membawa ban serep berisikan sabu warga Aceh yakni Munzier Buche (48) dan Mainur Zainal (49) keduanya membawa kendaraan Nissan Teana B 1110 XE milik Munzier.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

“Mereka berhenti ditukang tambal ban, membuka bagasi dan menyerahkan ban serep tersebut kepada Toni (32) dan Fajar (27) warga Tegineneng, Pesawaraan, dalam mobil Grand Livina BE 2919 YK. Seketika itu tim Brantas BNNP Lampung dan BNN RI melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Dalam penangkapan terhadap empat tersangka, kata Tagam, dua diantaranya meninggal dunia yakni Mainur Zainal dan Toni, karena saat ditangkap mencoba melarikan diri.

“Terhadap kedua tersangka, petugas terpaksa ambil tindakan tegas dan terukur, petugas juga telah berupaya membawa ke rumah sakit tapi tidak tertolong, sedangkan kedua pelaku lagi kami lumpuhkan dibagian kaki,” terangnya.

Dari para tersangka, petugas mengamankan narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram, dua unit kendaraan roda empat, satu ban serep dan 7 unit handphone.

Baca Juga:   DPRD: Pemkot Jangan Hanya Bergantung Pada Pajak Daerah

Dia menambahkan, dari hasil introgasi para tersangka, pihaknya kembali menangkap satu orang narapidana Ahmad Afan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1A, Bandarlampung, (Rajabasa).

“Kemudian kami menangkap Ahmad Afan didalam Lapas Rajabasa, tersangka napi ini yang mengedalikan narkoba dari dalam Lapas. Tersangka ditahan kasus narkoba dan di vonis seumur hidup. Kalau untuk barangnya jaringan Aceh,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan