Ini Pesan Ketua DPW PAN Lampung Soal Kader Harus jadi Pemimpin Sejati

  • Bagikan
Ketua DPW PAN Provinsi Lampung saat memberikan arahan.Foto Agung Budiarto/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Ketua DPW PAN Provinsi Lampung  Irham Djafar Lan Putra, mewarning semua kader agar bisa menjadi pemimpin sejati. Hal tersebut diungkapkannya saat workshop menjadi pemimpin sejati, Rabu (7/3).

Irham mengatakan, selain penambahan kapasitas SDM, ini dilakukan sebagai wadah silaturrahmi. Dimana, dalam workshop ini, kader juga diharuskan menyerap ilmu agar tidak menjadi pemimpin yang kaku. “Selama itu bermanfaat kapan saja, dan dimana saja ilmu tetap dibutuhkan. Pada hakekatnya kita ini pemimpin, dan semua pemimpin harus paripurna,” katanya.

Dia menambahkan, dengan adanya tambahan pengetahuan ini, para kader atau pimpinan di parpol juga bisa mengetahui kekurangan masing-masing.  Dimana dalam memimpin juga harus dibarengi keikhlasan.

Baca Juga:   Bawaslu Kota Bandarlampung Serap Rp18 M Selama Tahapan

“Kata kuncinya juga keikhlasan. Kalau memimpin kan egonya, emosinya muncul itu. Karena sudah ketua katanya. Padahal seperti itu tidak menjamin menjadi pemijmpin sejati.  Ini jadi tambahan pengetahuan kader PAN untuk melihat jati diri, modal memimpin organisasi ke depan. Ilmu yang didapat bisa di aplikasikan,” jelasnya.

Sementara, Narasumber Dani Adam yang dihadirkan Suara Hati Fondation, menjelaskan menjadi seorang pemimpin harus fleksibel. Baik itu dalam memberikan keputusan atau lainnya. “Sering kali dalam memberikan keputusan muncul drama terlebih dahulu. Misalnya ibu-ibu, melihat anaknya jatuh, bukan langsung memberi tindakan tapi malah marah dan sebagainya. Padahal bukan itu yang diinginkan si anak. Akhirnya ribet. Tapi kalau bisa fleksibel dan solutif, juga proaktif,” ucapnya.

Baca Juga:   Bawaslu Kota Bandarlampung Serap Rp18 M Selama Tahapan

Terlalu lama memberikan keputusan adalah suatu masalah yang besar jika menjadi seorang pemimpin. “Kelamaan memutuskan masalah membesar. Bagaimana itu secara mental kita punya kepemimpinan yang tegas, cepat, dan fleksibel. Pemimpin juga lebih baik yang inovatif. Bagaimana model pemimpin adalah pilihan kita, tapi tentu harus menerima konsekuensinya. Misal jika tidak inovatif, kita siap untuk ditinggalkan,” jelasnya. (abd/wdi)

Baca Juga:   Bawaslu Kota Bandarlampung Serap Rp18 M Selama Tahapan




  • Bagikan



Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan