Ini Pesan Terakhir Napi yang Tewas Gantung Diri

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pihak keluarga tidak menyangka atas meninggalnya Kristian Budiantoro (27), nara pidana yang tewas diduga gantung diri di dalam kamar blok D1 Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 A Rajabasa, Bandarlampung.

Herman (48) kerabat korban mengatakan, mendapat informasi dari orangtua korban.

“Saya dapat kabar dari bapak korban, katanya Kristian gantung diri. Saya kaget dan sedih dengar kabar itu, apalagi keluarga korban,” ujarnya saat ditemui di Lapas Rajabasa, Kamis (3/5) malam.

Masih kata Herman, pihak keluarga belum tahu persis penyebab Kristian Budiantoro nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kami masih nunggu hasil visum dari rumah sakit dan jika benar penyebab meninggalnya karena bunuh diri maka keluarga mengikhlaskan. Tapi, kalau ternyata dibunuh. Ya kami minta diusut tuntas. Korban ini menjalani hukuman sejak tahun 2016 lalu,” terangnya.

Baca Juga:   Warga Adiluwih Tewas Tergantung di Tiang Bambu

Dia mengungkapkan, sebelum peristiwa itu terjadi ayah korban sempat bertemu pada Jumat kemarin, dimana saat itu korban minta untuk pindah sel. Rupanya, itu seperti menjadi pesan terakhir dari Kristian.

“Dia ini mengeluh minta pindah sel, katanya dia sudah gak tahan kerena itu sel tikus atau orang tersisih, terakhir ketemu itu keadaannya masih sehat-sehat aja,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Rajabasa, Kamis (3/5) geger. Hal itu setelah satu Nara Pidana di Lapas setempat ditemukan tewas tergantung di kamar blok D1 diatas toilet.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, napi tersebut ditemukan tergantung menggunakan tali yang dililitkan di lehernya pada pukul 15.40 WIB atau bakda asar tadi. (ndi/gus)




  • Bagikan