Ini Sanksi yang Dikenakan untuk Pelaku Usahan Kosmetik Ilegal

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), Syamsuliani menegaskan, kepada pelaku usaha kosmetik agar melakukan usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Bagi pelaku usaha yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana sesuai undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan yaitu pasal 196 dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak satu milyar rupiah,” tegasnya, Senin, (23/7).

Sementara itu, terkait peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, pelaku pengusaha dikenakan pasal 197 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.”Dan untuk denda paling banyak 1.500.000.000 milyar rupiah terkait peredaran kosmetik yang tidak memiliki izin edar dari BPOM RI,” ungkap Syamsuliani.

Baca Juga:   Ditinggal Keluar Kota, Motor Digondol Pencuri

Dia pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak menggunakan produk-produk yang ilegal atau tidak memenuhi ketentuan dan pihaknya juga mengingatkan menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluwarsa).

“Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada lebelnya, memiliki izin edar dari BPOM RI dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Karena, pengawasan obat dan makanan tanggungjawab bersama,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung menggelar pers release hasil pengawasan aksi penertiban pasar konmetik dari kosmetika illegal dan atau mengandung bahan berbahaya. (ndi/ang)




  • Bagikan