Inilah Belanja Daerah Lamteng yang Direncanakan dalam RAPBD 2020

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID. – Dalam RAPBD TA 2020, belanja daerah Lampung Tengah direncanakan Rp2,791 triliun lebih atau mengalami kenaikan 0,75 persen dibanding belanja daerah dalam APBD 2019 sebesar Rp2,774 triliun lebih. Hal ini diungkapkan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan RAPBD TA 2020 dalam rapat paripurna, Kamis (14/11).

“Belanja daerah dipergunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tak langsung direncanakan Rp1,750 miliar lebih atau mengalami kenaikan 5,68 persen dibanding belanja tidak langsung pada APBD TA 2019 sebesar Rp1,656 miliar lebih,” katanya.

Rinciannya, kata Loekman, belanja pegawai Rp1,151 triliun lebih atau naik
1,46 persen dibanding pada APBD TA 2019 sebesar Rp1,135 triliun lebih. “Kenaikan belanja ini disebabkan adanya tunjangan profesi, tambahan penghasilan ASN, dan gaji bagi P3K. Kemudian belanja hibah Rp122,3 miliar lebih atau mengalami kenaikan 137,59 persen dibanding APBD TA 2019 sebesar Rp51,50 miliar lebih. Kenaikan ini disebabkan adanya hibah untuk pelaksanaan Pilkada 2020, BOP PAUD, serta kesetaraan yang berasal dari DAK nonfisik. Lalu belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp9 miliar lebih atau tak ada perubahan serta bantuan keuangan kepada pemerintah desa Rp464,3 miliar lebih atau mengalami kenaikan dibanding APBD TA 2019 sebesar Rp457,62 miliar lebih. Kenaikan ini diperuntukkan bagi ADD yang bersumber dari APBD. Pemerintah berharap kenaikan ADD ini pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan di desa akan lebih baik dan kegiatan perekonomian desa akan berkembang dengan cepat. Terakhir belanja tidak terduga Rp2,5 miliar lebih atau tak ada kenaikan,” paparnya.

Sedangkan belanja langsung, kata Loekman, Rp1,041 triliun lebih
atau mengalami penurunan dibanding belanja langsung pada APBD TA 2019 sebesar Rp1,118 triliun lebih. “Alokasi anggaran dipergunakan untuk
bidang pekerjaan umun, kesehatan, pendidikan, pertanian, otda, pemerintahan umum, administrasi keuanganan daerah, kepegawaian, dan urusan lain,” katanya.

Kemudian pembiayaan daerah, kata Loekman, diperkirakan Rp95,2 miliar yang berasa dari perkiraan sisa lebih TA 2019. “Sedangkan pengeluaran pembiayaan Rp7,5 miliar yang diperuntukkan penambahan penyertaan modal kepada Bank Lampung sebesar Rp4 miliar dan BPRS Rajasa Rp3,5 miliar
sehingga terdapat surplus pembiayaan sebesar Rp87,7 miliar lebih yang dipergunakan untuk menutupi defisit belanja Rp87,7 miliar lebih. Dari uraian
yang dipaparkan struktur RAPBD 2020 berimbang pada posisi anggaran belanja Rp2,703 triliun lebih. RAPBD TA 2020 lebih realistis dialokasikan bidan prioritas yang dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya. (sya/ang)




  • Bagikan