Inilah Peluang Prospek Ekonomi Lampung TW II 2018


radarlampung.co.id – Konsumsi masyarakat yang masih kuat diperkirakan masih menjadi pendorong utama meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018, sejalan dengan berlangsungnya hari besar keagamaan dan libur sekolah.

Selain itu laju investasi khususnya investasi bangunan yang berpotensi tumbuh bias ke atas, memacu pertumbuhan seiring akselerasi penyelesaian infrastruktur strategis dan penyelenggaraan pilkada.





Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan mengatakan pertumbuhan belanja pemerintah diperkirakan akan sedikit terkoreksi, sedangkan net ekspor diperkirakan akan terkoreksi seiring tingginya impor barang konsumsi dan bahan baku industri dalam merespon kenaikan permintaan, ditengah peluang apresiasi harga komoditas ekspor yang terbatas.

“Pertumbuhan dari sisi sektoral, siklus peningkatan produksi sektor pertanian khususnya tanaman pangan, serta menguatnya permintaan domestik yang mendorong kenaikan perdagangan diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan,”jelasnya.

Secara seasonal, produksi tanaman pangan khususnya padi di triwulan II diperkirakan akan mencapai puncaknya.

Adapun kinerja subsektor perkebunan diperkirakan juga mulai membaik mengikuti siklus produksi komoditas utama antara lain kopi yang mulai pulih setelah periode curah hujan tinggi antara bulan Desember-Maret, serta tebu yang memasuki musim giling pada bulan Mei.

Sektor industri pengolahan pada triwulan II diperkirakan tumbuh relatif tinggi sesuai pola historisnya 5 tahun terakhir.

Pertumbuhan tersebut sedikit lebih baik dibandingkan periode sebelumnya antara lain didukung produksi bahan baku khususnya dari sektor pertanian yang melimpah, diikuti aktivitas pembelian bahan baku yang meningkat dalam rangka antisipasi lonjakan permintaan musiman terkait hari raya Idul Fitri dan libur sekolah.

Sektor Perdagangan seperti besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor pada triwulan II 2018 diperkirakan akan tumbuh tinggi sejalan dengan menguatnya konsumsi rumah tangga bersamaan dengan tingginya permintaan pada hari raya.

Pertumbuhan sektor ini juga diperkirakan akan didukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang mendukung perbaikan konektivitas jalan dan pelabuhan.

Salah satu indikator yakni pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor khususnya motor dan mobil masih menunjukkan tren meningkat setidaknya sejak triwulan II 2017.

Berdasarkan berbagai indikator ekonomi tersebut maka pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2018 diperkirakan dapat tumbuh meningkat dengan kisaran 5,1 persen – 5,5 persen (YoY).

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2018 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan kisaran 5,2 persen -5,5 persen (YoY).

Di sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2018 diperkirakan didorong oleh meningkatnya investasi dan konsumsi, khususnya konsumsi rumah tangga.

Pemerintah Daerah juga diharapkan dapat menjaga iklim investasi yang masuk ke Provinsi Lampung terutama aliran modal asing (PMA).

Penjagaan iklim investasi tersebut antara lain dilakukan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur sehingga dapat menstimulasi investasi di sektor dunia usaha dan pembentukan Forum Investasi Lampung (FOILA) sebagai upaya bersama dalam meningkatkan persepsi positif investor untuk berinvestasi di Lampung.

Sementara dari sisi sektoral, pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dominan berasal dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan seiring dengan adanya peningkatan target kinerja pertanian oleh pemerintah daerah.

Tercermin dari kenaikan target produksi beras tahun 2018 sebesar 3,1 persen menjadi 4,46 juta ton GKG, sehingga dukungan terkait penyediaan pupuk dan alsintan, pencegahan hama, mitigasi gangguan cuaca, ataupun fasilitasi lainnya tetap menjadi prioritas pemerintah.

Selain ketiga sektor utama (pertanian, industri pengolahan dan perdagangan), pertumbuhan ekonomi Lampung hingga akhir tahun 2018 masih akan didorong oleh kinerja tinggi sektor konstruksi, didukung oleh akselerasi pembangunan infrastruktur strategis maupun belanja infrastruktur pemerintah.

Sektor lainnya yang berpotensi tumbuh tinggi adalah sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor informasi dan komunikasi.

Dalam Survey Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia, pelaku usaha sektor transportasi dan komunikasi masih menunjukkan keyakinan perbaikan usaha kedepan, tercermin dari SBT perkiraan kegiatan usaha yang mencapai 5,18 persen, terus meningkat sejak awal tahun. (ynk/ynk)