Inkonsistensi Nilai Rapor-Prestasi Kampus Turunkan Kuota SNMPTN

  • Bagikan
Humas PMB Universitas Lampung, M. Komarudin.

radarlampung.co.id – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menurunkan kuota penerimaan mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) minimal 20 persen.

Diketahui penerimaan mahasiswa baru 2019 tetap melalui 3 jalur, SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Di mana proporsi yang ditetapkan adalah untuk SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen dan untuk Mandiri maksimum adalah 30 persen. Dibandingkan tahun lalu poin SNMPTN ada pergeseran yaitu dari 30 persen turun menjadi 20 persen.

Humas Penerima Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Lampung (Unila) M. Komarudin mengatakan, penurunan kuota SNMPTN ini dikarenakan hasil evaluasi Kemenristekdikti yang menemukan inkonsistensi antara nilai rapor siswa di sekolah dengan prestasinya di Perguruan Tinggi.

Baca Juga:   Tim Itera Juara Inovasi Sanitasi Internasional

Menurutnya, tidak ada korelasi positif yang lebih baik dari jalur SNMPTN dibandingkan SBMPTN, sehingga diputuskan adanya penurunan kuota menjadi hanya 20 persen.

“Pada hasil analisis yang sudah dilakukan kemenristekdikti, melihat korelasi antara siswa yang SNMPTN dengan prestasi selama di perguruan tinggi, itu ternyata yang bisa betul-betul dipertanggungjawabkan itu sebenarnya mendekati 20 persen itu,” kata Komar di ruang kerjanya, Selasa (8/1).

Meskipun 20 persen digunakan sebagai dasar untuk merekrut jalur SNMPTN, sambung dia, ketentuan ini juga memberikan keleluasaan perguruan tinggi untuk menetukan besaran rekrut. Tentunya menyesuaikan kebutuhan. “Kalau Unila kemungkinan mengambil opsi minimal, tapi lihat saja nanti,” tandasnya.

Untuk meminimalisir kecurangan atau markup rapor, Komar menjelaskan, pihaknya tahun lalu menemukan ada sekolah yang memanipulasi rapor, ditemukan dua rapor yang berbeda. “Akan ada validasi dari tim pusat, setelah itu akan dilanjutkan ke universitas masing-masing untuk melakukan kroscek ulang, agar tidak ada kecurangan,” pungkasnya. (apr/kyd)




  • Bagikan