Inovasikan Pembangunan, Pemprov Lampung Gandeng PTN dan PTS

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menandatangani MoU bersama PTN maupun PTS di Lampung yang digelar di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung., Selasa (29/10). Foto Humas Pemprov Lampung for radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Guna mendukung pembangunan di provinsi Lampung, Pemprov Lampung melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) di Lampung.

Penandatanganan dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Dewan Riset Daerah dan Anugerah Inovasi Daerah Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung, Selasa (29/10), langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan para Rektor PTN/PTS.

Yakni, Rektor Universitas Lampung (Unila), Universitas Bandar Lampung (UBL), Universitas Malahayati (Unmal), Universitas Saburai, Universitas Tulang Bawang (UTB), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Univversitas Islam Negeri(UIN) Raden Intan Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia, IBI Darmajaya, Umitra, dan Universitas Muhamadiyah Lampung (UML).

Dalam sambutannya, Arinal mengajak Dewan Riset Nasional (DRN) dan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Lampung untuk bersama-sama melakukan suatu inovasi untuk kepentingan Rakyat Lampung.

Ia juga sangat mengapresiasi adanya lomba anugerah inovasi daerah ini yang bertujuan memotivasi dan menumbuhkembangkan kreativitas para pelajar, peneliti dan masyarakat di Lampung.

“Provinsi Lampung memiliki begitu banyak potensi baik di sektor pertanian, peternakan, maupun sumber daya alam lainnya, maka kita harus lebih meningkatkan dan merubah cakrawala, serta kebijakan. Bagaimana kita mampu melakukan suatu inovasi untuk kepentingan Rakyat Lampung,” kata Arinal.

Arinal menjelaskan, dalam pasal 209 Undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Penda) menyebut, pembentukan badan daerah untuk melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang meliputi perencanaan, keuangan, kepegawaian dan pendidikan, serta pelatihan dan penelitian pengembangan.

Pada pasal lainnya menyebutkan Badan Penelitian dan Pengembangan juga berfungsi sebagai salah satu instrumen pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta inovasi untuk pembangunan daerah.

“Maka dalam peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan maka pemerintah daerah setempat dapat melakukan inovasi pada semua bentuk pembaharuan guna mendukung kinerja Pemda. Inovasi berupa proses, mekanisme ataupun produk didapat dari hasil kelitbangan yang diIakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka menumbuhkan kembangkan pemanfatan, pengembangan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi agar serasi mampu bersaing, berdaya guna dan berhasil guna,” tambahnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Arinal meminta Badan Litbang harus mampu berkolaborasi dengan Iembaga riset lainnya, khususnya dengan Dewan Riset Daerah yang diharapkan dapat mendukung Pemerintah Provinsi Lampung dalam merumuskan arah prioritas dan kerangka kebijakan di bidang penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana kegiatan pembangunan daerah di masing-masing satuan kerja.

“Peran DRD sebagai lembaga non struktural yang memberikan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah dalam bidang riset dan inovasi harus senantiasa diperkuat dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan perekonomian daerah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Riset Daerah Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan, dewan riset daerah tugasnya mencoba memberikan kajian tentang potensi daerah yang sangat besar. Hal ini mengingat Provinsi Lampung mempunyai penghasilan produksi pertanian yang sangat besar seperti singkong, padi, jagung, kopi.

“Dibidang perternakan Lampung juga penghasil ternak yang besar, serta memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia. Untuk itu, potensi2 ini seyogyanya menjadi modal kita untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Lampung,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Hasriadi, keterpaduan antara Perguruan Tinggi dan Pemda sangat diharapkan untuk membangun sistem inovasi daerah, sehingga potensi alam yang demikian besar dapat menjadi nilai tambah yang dapat mengangkat perekonomian Lampung.

“Semoga ini menjadi titik awal untuk kerjasama dan bersinergi antara DRD dan DRN yang kelak menghasilkan suatu inovasi daerah yang mampu mengangkat perekonomian daerah,” tandasnya. (rma/rls/kyd)


Baca Juga:   Kerja Cepat, Pemprov Atasi Masalah di Lampung


  • Bagikan