Investasi Perguruan Tinggi Penting Dalam Menghasilkan Lulusan Relevan dengan Dunia Kerja

  • Bagikan
Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Investasi pada perguruan tinggi (PT) berperan dalam mencetak lulusan yang relevan dengan dunia kerja. Hal tersebut dikemukakan Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Nizam dalam kegiatan Fellowship Jurnalis Pendidikan yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Jumat (25/6).

Nizam membeberkan pada tahun 1970 hingga 1980an, Bank Dunia memprioritaskan investasi ke pendidikan dasar. Hal ini membuat pendidikan tinggi belum dilirik. Berbeda pada tahun 1990an, usai Korea dan Tiongkok mulai menunjukkan kemajuan negaranya usai melakukan investasi besar pada perguruan tinggi.

“Hal tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang tidak hanya lulus dan mendapatkan ijazah. Namun, menjadi insan yang produktif, kompetitif bagi kemajuan dirinya dan secara kolektif bagi masyarakat dan juga bangsa,” beber Nizam.

Kemudian, ekonomi Indonesia sudah tidak bisa lagi mengandalkan SDA (sumber daya alam) maupun kekayaan jumlah manusia, tapi lebih inovasi kreativitas yang lahir dari PT salah satunya. Kemudian, pengembangan masyarakat yang tercerahkan.

Baca Juga:   Tim Itera Juara Inovasi Sanitasi Internasional

“Dalam menciptakan demokrasi yang lebih dewasa, beradab, rasional itu peran penting perguruan tinggi. Kita tidak ingin perguruan tinggi jadi mata rantai putus, yang lulusannya tidak relevan dunia kerja dan yang karya inovasinya tidak nyambung dengan dunia kerja. Maka itulah, Mas Menteri (Nadiem Makarim) mentransfer semua ini dengan adanya program merdeka belajar,” jelasnya.

Saat ini, memang tantangan tantangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia ialah menyiapkan skill dan kompetensi baru yang dalam menyiapkan dunia kerja belum ada Maka, saat ini pihaknya menyiapkan anak-anak kita untuk adaptif, problem solver, kreatif dan menyiapkan dunia digital.

“Bangsa kita juga kan memiliki banyak macam kaya ragam dan kreatifitas. Ketika dikawin kan dengan penguasaan teknologi, maka lahirlah stratup. Indonesia itu memiliki start up terbesar ke lima didunia. Bahkan dari 11 decacorn stratup di Asia, enam lahir dari Indonesia. Ini harus kita bangun, optimis pasti bisa. Di sisi kreativitas kita sangat unggul, tapi ini juga harus diperkuat dengan kemampuan produk merah putih didalam negeri muncul,” jelasnya.

Baca Juga:   Itera-Unila Bahas Kerjasama Akademik

Selain itu, Indonesia juga harus membangun ekonomi produksi atau manufaktur. Hal ini tentu membutuhkan riset, pengembangan dan inovasi yang itu kuncinya ada di perguruan tinggi.

“Meskipun kami memiliki lembaga riset, tapi yang paling besar itu ada di perguruan tinggi Karena kita punya 300 ribu dosen, puluhan ribu doktor, ini kekuatan kita. Ini membutuhkan investasi didunia pendidikan, riset dan pengembangan,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan