Isolasi Pigmen Karotenoid asal Terasi Udang serta Aplikasinya sebagai Senyawa Antioksidan Alami

  • Bagikan
Tim peneliti melakukan proses sampling terasi udang di Labuhanmaringgai. FOTO DOK. TIM DOSEN PENELITI FAKULTAS PERTANIAN UNILA

Oleh:

Ir. Fibra Nurainy, M.T.A.


Dyah Koesoemawardhani, S.Pi., M.P.

Mahrus Ali, S.Pi., M.P.

Fakultas Pertanian Universitas Lampung

 

TERASI merupakan produk fermentasi udang rebon yang telah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Proses fermentasi produk terasi ini menjadikan senyawa yang ada di dalamnya mengalami degradasi secara enzimatis sehingga menjadi senyawa yang dengan berat molekul lebih rendah dan memiliki bioaktivitas lebih baik daripada bahan bakunya.

Di antara senyawa tersebut adalah pigmen karotenoid yang ditengarai akan terurai menjadi senyawa pigmen penyusunnya yang lebih fungsional. Penelitian tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) berhasil mengisolasi pigmen turunan terasi udang berupa 6 tipe pigmen karotenoid. Yaitu  astaxanthin, cantaxanthin, β-carotene, echinenone, astacene, dan β-zeaxanthin yang memiliki kemampuan sebagai senyawa antioksidan alami.

Baca Juga:   SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro Kembali Juara 1 Provinsi

Keunggulan penelitian ini menghasilkan ekstrak pigmen berbasis karotenoid dari terasi udang yang terbukti mampu menghambat aktivitas oksidatif. Hal ini terbukti baik secara in silico menggunakan prodiksi komputuonal maupun in vitro menggunakan senyawa pro-oksidan kuat DPPH.

Hasil penelitian ini beranfaat menambah nilai ekonomis dari produk tradisional (local wisdom product) yang selama ini dijadikan sebagai sambal untuk meningkatkan rasa ketika makan menjadi produk yang memiliki nilai fungsional (functional food).

Tentu penelitian ini pun dapat menjadi jalan bagi pembuatan suplemen antioksidan berbahan dasar olahan produk fermentasi lokal (terasi udang). Kemudian dari produk hasil riset ini sendiri sedang diproses menjadi hak kekayaan intelektual. (*)




  • Bagikan