Isyaratkan Borong Parpol

  • Bagikan
WACANA KOALISI: (Dari kiri) Ketua Demokrat Bandarlampung Budiman A.S., Ketua PDIP Bandarlampung Wiyadi, Ketua Golkar Bandarlampung Yuhadi, dan Ketua Gerindra Bandarlampung Andika Wibawa dalam pertemuan politik di sebuah kafe kawasan Enggal, Sabtu (27/7). FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG

Muncul Wacana Rycko-Wiyadi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandarlampung 2020, partai politik (parpol) mulai bergeliat. Dari mempersatukan visi-misi sampai wacana akan berkoalisi.

Saat ini, sudah ada lima partai politik (parpol) yang menyatakan siap berkoalisi. Yaitu PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, Partai Gerindra. Serta juga diwacanakan Partai NasDem.

Dalam pertemuan politik di sebuah kafe kawasan Enggal, Bandarlampung, Sabtu (27/9), hadir pimpinan empat parpol tingkat kota. Yakni Ketua PDIP Wiyadi, Ketua Golkar Yuhadi, Ketua Demokrat Budiman A.S., dan Ketua Gerindra Andika Wibawa. Namun, Ketua NasDem Naldi Rinara S. Rizal tidak hadir.

Wiyadi mengungkapkan, pertemuan ini untuk menyatukan visi dan misi. Tidak tertutup kemungkinan lima partai ini berkoalisi.

“Kalau wacana koalisi itu pasti, tapi kan muaranya semua partai kayaknya sama di DPP (Dewan Pimpinan Pusat) semua, karena sampai saat ini belum ada juklak dan juknis dari DPP soal penjaringan pilwakot. Namun tidak ada salahnya kita menyatukan pendapat, karena nanti juga berkoalisi DPP partai itu bisa mendengarkan aspirasi dari bawah. Makanya kita melakukan pertemuan saat ini,” ujar ketua DPRD Bandarlampung ini, dalam rilis.

Bagaimana pembagian posisi calon wali kota dan wakil wali kota jika lima parpol ini bergabung?

“Kita di sini memang terlihat empat parpol, tadi juga kami komunikasi dengan Pak Naldi dari NasDem, mereka juga siap. Tapi ada halangan makanya nggak bisa hadir. Soal partai mana yang akan mengusung calon wali dan wakil wali kota, kami belum membicarakan ke arah sana, itu nanti perjalanan masih jauh,” ungkapnya.

Soal wacana pasangan calon Rycko Menoza dan Wiyadi dalam Pilwakot 2020? ’

’Saya ini petugas partai. Kalau saya memang diperintahkan dari DPP, tentu harus siap. Tapi ini masih jauh, masih banyak tahapan yang harus dilalui. Pokoknya pertemuan ini belum bicara soal calon. Kita bicara bagaimana pilkada utamanya di Kota Tapis Berseri ini terselenggara dengan baik dan lancar,” kilahnya.

Sementara, Yuhadi mengatakan, tak hanya lima parpol ini, pihaknya juga membuka dan menjalin komunikasi dengan parpol lainnya jika ingin bergabung.

“Kami membuka diri, jika nanti partai lainnnya ingin bergabung. Yang jelas kami ini pasti banyak kejutan. Tunggu saja tanggal mainnya, pasti semua mata tertuju pada wacana koalisi yang tengah kami bangun ini,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk mempersiapkan kader. Karena, masing-masing parpol memiliki kader potensial. “Ini baru pertemuan sementara, artinya masih tetap ada proses-prosesnya. Untuk nama itu masih terlalu dinilah, semua kan memiliki kader tersebaik,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan Rycko Menoza? “Politik itu dinamis kita lihat saja nanti ya. Ada kejutan yang hangat dalam konstelasi politik, utamanya di Kota Bandarlampung, tunggu saja,” imbuhnya.

Apakah pertemuan lima elite parpol ini juga ada kaitannya dengan isu akan ada aksi borong parpol? “Isu itu, kita berjalan sesuai aturan, mana ada borong- borong, memang belanja ke pasar? Yang jelas kita buka peluang seluas-luasnya, mungkin sebentar lagi akan ada kawan partai lain yang bergabung,” tukas Yuhadi.

Hal senada disampaikan oleh Budiman AS. Bahwa pertemuan ini hanya sebatas komunikasi politik terlebih dahulu. “Ini hanya komunikasi politik, biar memberikan kesejukan kepada masyarakat. Ini lho komunikasi yang baik itu, saling mengadakan pertemuan. Kalau untuk bicara nama, ya masih belum dibahas,” terangnya.

Terkait instruksi Sekjen DPP Demokrat Hinca IP Panjaitan bahwa partainya akan mengusung kader, sementara ada Yusuf Kohar yang juga masih bercokol sebagai wakil wali kota, dia mengakui hal itu.




  • Bagikan