Itera Bahas Paradigma Baru Sistem Pendidikan di Jepang

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengupas metode baru dalam proses belajar mengajar yang perlahan berubah seiring dengan perkembangan zaman. Kuliah umum tersebut menghadirkan pakar pendidikan asal Kanazawa University, Jepang, Prof. Keiichiro Yoshinaga, di Aula Gedung Kuliah Umum Itera, Rabu (20/11).

Wakil Rektor Itera Bidang Akademik, Prof.Dr-Ing Mitra Djamal, berharap dengan kuliah umum tersebut, mahasiswa dapat menggali banyak informasi seputar pendidikan di Jepang, dan peluang untuk dapat melanjutkan studi ke negara tersebut.

Sementara, Direktur Itera International Office, Acep Purqon,Ph.D., menuturkan, China, Korea dan Jepang termasuk negara-negara yang mengandalkan serta membangun kekuatan melalui sumber daya manusia, khususnya dengan penguatan bidang science, technology, engineering and mathematic (STEM).

Baca Juga:   Itera-Unila Bahas Kerjasama Akademik

“Lulusan pendidikan di bidang teknik pun harus mengedepanan kepada inovasi dan entrepreneurship, memiliki skill dan pengetahuan sosial dan bisnis serta merancang konsep desain dan lainnya. Sehingga di era ini membutuhkan skill dan kreativitas untuk dapat bertahan dan berinovasi,” katanya.

Prof. Keiichiro Yoshinaga selaku pemateri menyampaikan terkait paradigma pendidikan lama memprioritaskan penilaian berdasarkan hasil ujian, dan tes. Hal ini sangat bagus untuk diterapkan, namun saat ini, paradigma pendidikan baru lebih kepada pengembangan individual, skill, kreatifitas, komunikasi serta kemampuan membangun jejaring.

Menurutnya, konsentrasi proses belajar mengajar bukan lagi bagaimana mentransfer ilmu tetapi bagaimana merajut ilmu dari passion siswa itu sendiri. Dalam sistem ini, budaya kerja sama tim lebih diutamakan, serta pemberian tugas lebih kepada merancang konsep desain atau design-based solution.

Baca Juga:   Itera-Unila Bahas Kerjasama Akademik

“Karena setiap individu siswa itu unik. Jadi biarkan mereka merancang ide besar sesuai khasnya masing-masing, “pungkasnya. (rur/rls/wdi)




  • Bagikan