Itera Dukung Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan

  • Bagikan
Rektor Itera menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Itera dengan Environmental Systems Research Institute (Esri), suatu perusahaan pemasok software sistem informasi geografi internasional. Foto dok. Humas Itera

radarlampung.co.id- Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Pusat Penelitian Penginderaan Jauh dan Informasi Geospasial (P3JIG) Itera membahas peluang pemanfaatan teknologi informasi geospasial untuk memecahkan permasalahan di Indonesia.

Rektor Itera Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc.,Ph.D., menyampaikan, di era globalisasi saat ini, informasi geospasial atau informasi menyangkut lokasi dan keberadaan suatu objek menjadi informasi yang penting dan dibutuhkan. Informasi tersebut menjadi data awal dalam perencanaan apapun, termasuk pembangunan berkelanjutan. Kerja sama yang telah dilakukan antara Itera dan Badan Informasi Geospasial (BIG), menurut Rektor menjadi langkah yang tepat. Sebab, sebagai institut teknologi, Itera memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, sementara BIG memiliki data yang dapat mendukung riset-riset yang dilakukan Itera.

“Melalui riset-riset yang memanfaatkan data dari Badan Informasi Geospasial, Itera berupaya mendukung pembangunan bangsa ke depan. Sebab Itera lahir untuk menjadi solusi permasalahan di Sumatera, dan Indonesia,”ujarnya.

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

Sementara, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Zainal Abidin, M.Sc. Eng., yang menjadi pemateri kunci, menyampaikan informasi geospasial dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari penentu lokasi suatu objek melalui penyediaan peta-peta dasar, hingga menentukan lokasi pertambangan, bencana alam, kasus kejadian luar biasa seperti kasus stunting dan lainnya.

Prof. Hasanuddin, juga menyebut, saat ini, Indonesia masing sangat kekurangan tenaga ahli di bidang informasi geospasial. Sehingga lulusan program studi geomatika di Itera diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

“Jadi mahasiwa jangan takut tidak bekerja, karena kebutuhan surveyor di bidang informasi geospasial masih sangat tinggi, dan terbuka banyak kesempatan untuk berkarya,” ujar Prof. Hasanuddin.

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

Dalam kesempatan tersebut Rektor Itera juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Itera dengan Environmental Systems Research Institute (Esri), suatu perusahaan pemasok software sistem informasi geografi internasional. (rls/rur/wdi)




  • Bagikan