Itera Terapkan Teknologi Informasi Web Ecommerce Berbasis WhatsApp Pada UMKM Makanan Tradisional

  • Bagikan
Pelatihan penggunaan Website E-Commerce berbasiskan WhatsApp oleh Tim PKM Itera. Foto Tim PKM Itera
Pelatihan penggunaan Website E-Commerce berbasiskan WhatsApp oleh Tim PKM Itera. Foto Tim PKM Itera

Radarlampung.co.id – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bekerjasama dengan UMKM Tradisional Putu Bambu Medan, membuat dan melakukan pelatihan penggunaan Website E-Commerce berbasiskan WhatsApp di kediaman Sofyan (Pemilik UMKM), Kamis (9/9) pekan lalu.

Pembuatan dan pelatihan yang dilakukan oleh tim dosen Itera dari lintas program studi yaitu program studi Sains Data, Teknik Informatika dan Sains Aktuaria tersebut diikuti sebanyak 10 sukarelawan. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa dari program studi sains data dan teknik informatika.


Ketua tim program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Itera sekaligus dosen Sains Data Itera Tirta Setiawan menjelaskan, tantangan bagi para UMKM di era pandemi dan industry 4.0 ini adalah digitalisasi dan melihat data konsumen, sebab konsumen dengan kemudahan dan pelayanan. Oleh karena itu Website E-Commerce berbasis WhatsApp ini dibuat untuk menjawab tantangan tersebut.

“Pada masa pendemi Covid-19 ini, sektor perekonomian menjadi yang paling terkena imbasnya, hanya UMKM yang mampu bertahan khususnya UMKM makanan tradiosional ini. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi membuat mulai banyaknya tumbuh UMKM baru yang memanfaatkan teknologi digital sebagai cara baru bagi mereka dalam berdagang. Kalau tidak ikut berselancar mengikuti arus itu, pasti akan tertinggal,” katanya.

Baca Juga:   Top ! Lambar Raih Dua Penghargaan dan Juara I Tingkat Nasional Klaster B

Untuk itu, lanjutnya, melalui kegiatan ini diharapkan timbul inisiatif, khususnya sukarelawan yang ingin memanfaatkan teknologi informasi digital website e-commerce ini sebagai cara baru untuk memasarkan produk-produk UMKM.

“Dengan begitu mereka bisa tetap berdagang walaupun dalam suasana pandemi Covid-19. Pengguna juga dapat mengaksesnya melalui handphone mereka, karena kita semua tahu jika konsumen lebih suka pesan pakai handphone dari pada laptop atau komputer,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, Tirta menyampaikan, jika pembuatan dan pelatihan ini adalah bagian dari pengabdian Itera kepada masyarakat sebagai salah satu inisiatif teknologi tepat guna untuk bersama bangkit dari pandemi Covid-19.

Sementara itu, salah satu pemilik UMKM makanan tradisional putu bambu, Sofiyan, merespon baik kegiatan yang diadakan Itera agar para sukarelawan dapat menggunakan website e-commerce secara mandiri.

Baca Juga:   Top ! Lambar Raih Dua Penghargaan dan Juara I Tingkat Nasional Klaster B

Menurutnya, sejauh ini dirinya sudah menggunakan platform seperti Grab dan Gojek, namun masih terkendala dengan harga yang akan jauh lebih tinggi karena peraturan yang mengaharuskan itu.

“Kalau sekarang kami bisa memanfaatkan fitur WhatsApp di web untuk melakukan diskusi supaya fleksibel. Selain itu, kami sangat terbantu karena rekap pembeli secara otomatis tersimpan sehingga dapat terus berinteraksi dengan pelanggan, ini yang kami butuhkan,” ujarnya.

Dengan pendampingan yang dilakukan oleh tim Itera, selama lebih dari 1 bulan, para sukarelawan telah mampu menambahkan produk, memanfaatkan promo, dan dapat menghandel sosial media Facebook.

Dalam kegiatan pengabdian tersebut, tim Itera juga menyerahkan satu domain website e-commerce kepada pemilik UMKM putu bambu medan yaitu putubambumedan.ordergeh.com untuk dapat dikelola secara mandiri dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Website e-commerce tersebut diharapkan dapat membantu para UMKM bergerak maju di tengah terpaan badai pandemi Covid-19. (*/sur)




  • Bagikan