Jadi Korban Penipuan Lapangan Kerja, 8 Orang Ini Terlantar di Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sebanyak 8 orang warga desa Cinangsih, Cisitu, Sumedang, Jawa Barat mengaku terlantar di Bandarlampung usai menjadi korban penipuan lapangan kerja, Selasa (6/4).

Kedelapan orang tersebut datang dari Palembang, Sumatera Selatan untuk menuju Dinas Sosial provinsi Lampung. Namun, akhirnya terlantar di pelataran Masjid Polresta Bandarlampung.


Berdasar pengakuan Riswanto (53), salah satu dari delapan orang tersebut mengatakan, mereka pergi ke Palembang, Sumatera Selatan untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

Riswanto mengaku, dia dan ketujuh rekannya diajak oleh Krisno untuk bekerja sebagai buruh bangunan di daerah Banyuasin. Mereka juga dijanjikan akan diupah sebesar Rp150 ribu per harinya.

“Kita diajak Krisno, dia orang Palembang tapi pacar dia orang kampung kita juga. Jadi dia ajak kita untuk kerja di Palembang,” katanya.

Namun, setelah dua bulan lamannya, kedelapan orang tersebut belum menerima sepeser pun uang sebagai upah dari pekerjaan mereka.

Bahkan, Krisno yang mengajak kedelapan orang tersebut untuk bekerja juga tidak pernah menampakan diri. “Terakhir ketemu dua minggu setelah kerja, selama dua bulan kita kerja tanpa gaji,” katanya.

Lantaran tidak kunjung mendapatkan upah, mereka pun memutuskan untuk kabur dari tempat mereka bekerja. “Karena kita juga sudah nggak punya uang, persediaan makanan juga sudah habis,” katanya.

Baca Juga:   Laka di JTTS Kembali Terjadi, 4 Orang Meninggal Dunia

Dia juga mengatakan, mereka kabur dengan menaiki getek selama 3 jam menuju Dermaga Ampera, Palembang, Lampung Selatan. Saat itu, mereka disarankan untuk pergi ke Dinas Sosial dan meminta pertolongan.

Lanjut dia, dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, pihaknya kemudian diberikan surat jalan dan difasilitasi untuk menuju Bandarlampung dan melanjutkan perjalanan pulang ke Jawabarat.

Namun nyatanya perjalan pulang tidak semulus yang dibayangkan. Lantaran setibanya di Bandarlampung, Riswanto dan kawan-kawannya mengaku tidak mendapatkan sambutan hangat hingga merasa ditelantarkan.

“Maksud kami datang kesana kan untuk minta bantuan ongkos buat pulang ke Sumedang, tapi kami malah diarahkan ke kantor polisi (Polresta, Red),” tambah dia.

Lantaran tidak mendapatkan sambutan hangat dari Dinas Sosial Provinsi Lampung, mereka pun akhirnya berjalan kaki menuju Polresta Bandarlampung.

Mereka pun akhirnya ditampung sementara di Masjid Taqwa Bhayangkara Polresta Bandarlampung sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan pulang menuju Sumedang, Jawabarat.

Terkait hal ini, Kasiwas Polresta Bandarlampung, AKP Mutajir mengatakan, petugas Polresta Bandarlampung telah mengantarkan rombongan tersebut menuju Terminal Rajabasa, Bandarlampung.

Rombongan juga sempat diberikan makan sebelum pergi. Dia juga membenarkan bahwa rombongan tersebut mengaku telah ditelantarkan oleh Dinas Sosial.

Baca Juga:   Tok! Pencabul Anak Kandung Divonis 17 Tahun Penjara

“Total ada 10 orang. Delapan laki-laki yang merupakan buruh bangunan yang mau pulang ke Sumedang dan dua perempuan yang mau pulang ke Riau,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, Maria Tamtina saat dikonfirmasi, membatah tudingan penelantaran rombongan tersebut.

Mereka menyatakan, pihaknya telah melayani ke delapan pria dan dua orang wanita tersebut sesuai dengan SOP. ”Mereka sudah kita layani sesuai dengan SOP, mereka juga sudah kita kasih makan karena mengaku sudah dua hari tidak makan,” katanya.

Menurutnya, terjadi kesala pahaman antara Dinas Sosial dan ke-10 orang yang terlantara tersebut. Sehingga mereka merasa tidak dilayani.

“Jadi 8 orang itu menuju Sumedang dari Palembang. Sementara yang 2 orang itu dari Jakarta menuju ke Riau. Dua orang wanita ini mengaku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi kemudian dicopet,” katanya.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah memberikan surat assesmen estafet untuk rombongan melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Pihaknya memang tidak memberikan uang saku lantaran perjalanan pulang rombongan semuanya gratis. “Mereka cukup menunjukan surat jalan ke terminal, itu (ongkos, red) gratis karena kita sudah koordinasikan dengan Organda juga,” pungkasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan