Jadi Lokasi Perlintasan, HK Gelar Simulasi Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Simulasi penanganan pasien terduga Covid-19 yang digelar PT HK Sabtu (18/4). Foto HK for radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Upaya penanganan jika adanya salah satu pasien terduga Covid-19 di ruas jalan tol trans Sumatera (JTTS), dilakukan PT Hutama Karya selaku pengelola dengan menggelar simulasi penanganan.

Kegiatan simulasi yang dilakukan di KM 145 Terbanggibesar, Lampung tengah pada Sabtu (18/4) ini, dimaksudkan untuk mempersiapkan tim yang tersedia mulai dari JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) dan Terbanggibesar – Pematangpanggang – Kayuagung (Terpeka). Mengingat, Lampung berada dilokasi yang diapit zona merah dan jalan tol menjadi perlintasan antar kendaraan baik dari arah pulau Jawa dan arah Sumatera.

Hadir dalam simulasi ini, Kepala Cabang PT HK Ruas Terpeka, Yoni Satyo mengatakan, simulasi ini, dilakukan untuk mengantisipasi timnya dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di jalan tol.

Baca Juga:   70 Ribu Pekerja PPKM Level 3 dan 4 di Lampung Masuk Data Penerima BSU

“Jadi simulasi hari ini merupakan lanjutan dari tindakan kita untuk menghadapi penyebaran Covid-19. Kalau sebelumnya kita belum ada korban ini dalam simulasi ini sudah ada korban. sehingga dapat diketahui bagaimana penanganan akan kita lakukan di ruas jalan tol bila terdapat korban yang terduga Covid-19,” beber Yoni.

Yoni menyebut, kepada masyarakat yang mengalami keluhan dijalan, silahkan menghubungi call center jalan tol. Untuk Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar di 0721 561 8009 atau 0811 791 0812. Sementara untuk ruas Terbanggi Besar – Pematang – Kayu Agung di 0813 2900 0020.

Nantinya akan datang bersama ambulance dan petugas dengan peralatan serta alat pelindung diri (APD) lengkap. Selanjutnya kondisi pengguna jalan akan di cek dan jika memang mengarah pada gejala Covid-19 akan di bawa ke rumah sakit terdekat, yang juga rumah sakit rujukan Covid-19 di Lampung.

Baca Juga:   Penampakan Ruang Asrama Haji Rajabasa yang Akan Jadi RS Darurat

Masyarakat tidak perlu panik jika didalam perjalanan mengalami keluhan tersebut. Karena sepanjang 329 kilometer panjang ruas tol, ambulance dan tim lainnya disediakan setiap 25 kilometer. “Kita punya 14 ambulance dan tersedia di jarak 25 kilometer. Selain petugas kesehatan juga ada petugas patroli yang akan mengiringi ambulance, karena dalam penanganannya lokasi pasien terduga akan diamankan sejauh 200 meter dan setelah pasien terduga dievakuasi, seluruh kendaraan akan disemprot disinfektan,” tambahnya. (rma/yud)




  • Bagikan