Jadi Lulusan Doktor Terbaik, ASN Lamteng Berniat Bangun Pesantren

  • Bagikan
Nur Rohman, SE.,M.Sos.I. bersama anak istri usai mengikuti prosesi wisuda periode IV tahun 2018 UIN Raden Intan Lampung, di GSG UIN RIL, Rabu (18/12). FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dengan tekat kuat, Nur Rohman, SE.,M.Sos.I. (39), seorang pegawai negeri sipil (PNS/ASN) mampu meraih gelar wisudawan doktor terbaik. Ya, dirinya  lulus sebagai wisudawan terbaik program pascasarjana S-3 UIN Raden Intan Lampung periode IV tahun 2018.

Ayah empat anak itu meraih IPK 3.64, teringgi S-3 program studi Manajemen Pendidikan Islam dengan predikat sangat memuaskan. Tak mudah, namun baginya itulah tantangan yang harus dia buktikan pada pimpinan daerah di Lampung Tengah (Lamteng) tempat dia bekerja.


“Ada tiga sosok orang yang berpengaruh dalam memacu prestasi doktoral saya, pertama kedua orangtua, kedua keluarga, dan yang ketiga adalah pemerintah Lamteng, dalam hal ini bapak bupati Loekman Djoyosoemarto dan bapak sekda, yang memberikan motivasi kepada saya agar menjadi ASN yang terbaik,” ungkapnya kepada Radar Lampung usai wisuda di GSG UIN RIL, Rabu (18/12).

Baca Juga:   Perpustakaan Polinela Raih Sertifikat Akreditasi B

Dirinya berharap pendidikan di Lampung dapat menjadi pencetak insan yang haus ilmu pengetahuan dan mampu berkompetisi. “Keberhasilan-keberhasilan kita menjadi keberhasilan yang akan terus dikembangkan,” imbuh Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Lamteng ini.

Pria kelahiran Dono Arum, 10 Juni 1979 ini mengungkapkan kunci dalam berproses harus memiliki niat kuat, semangat, dan disiplin dalam membagi waktu. “Kuncinya adalah semangat jangan pernah takut capai, pandai-pandailah membagi waktu, setengah jam-dua jam harus dimanfaatkan untuk studi,” ujarnya.

Nur memiliki cita-cita membuat pesantren bagi anak-anak kurang beruntung. Dalam benaknya, lembaga tersebut akan dia beri nama “Nuo Yatim Unggul Sejahtera” di Gunung Sugih Lamteng, sebagai tempat anak yatim/piatu agar menjadi unggul dalam fisik maupun non fisik, duniawi maupun akhirat.

Baca Juga:   Perpustakaan Polinela Raih Sertifikat Akreditasi B

“InsyaAllah di awal 2019 saya mulai membangun gedung secara fisik. Dengan adanya Nuo/Rumah bagi kaum kurang mampu tersebut, dapat menjadi tempat memecahkan permasalahan-permasalahan sosial di masyaratakat. Baik sebagai penyantunan dan pendidikan,” harap pria yang menyelesaikan studi kasus disertasi berjudul Pelaksanaan dan Pengawasan Pendidikan Agama Islam di Daerah Konflik Lampung Tengah ini. (apr/sur)




  • Bagikan