Jadi Satu-satunya Model Center Of Excellence di Lampung, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di UBL Kian Diminati Mahasiswa

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Universitas Bandar Lampung (UBL), menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Lampung yang meraih hibah Model Center Of Excellence Merdeka Belajar-Kampus Merdeka pada 2020 lalu.

Kampus yang telah berdiri sejak tahun 1984 tersebut masih aktif menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka hingga saat ini.


Semester ini saja, tercatat ada 114 mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut.

Ternyata kiat awal UBL bisa sukses mendapatkan hibah Model Center Of Excellence Merdeka Belajar-Kampus Merdeka pada 2020 telah didukung oleh program yang digagas sebelumnya oleh Rektor UBL Prof M. Yusuf Barusman.

Program tersebut bernama kontekstual learning. Hal tersebut dikemukakan Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D. selaku Direktur Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, UBL.

Kontekstual learning tersebut mengedepankan mahasiswa yang belajar di UBL, untuk tidak hanya mempelajari seputar program studi (prodi) yang ditempuh saja. Melainkan, bisa mengambil beberapa metode belajar lainya.

“Jadi ketika kebijakan merdeka belajar kampus merdeka ini sebelumnya UBL justru punya kebijakan yang sama yaitu kontekstual learning. Yaitu, mahasiswa boleh belajar diluar program studinya, bisa belajar lintas program studinya, ambil mata kuliah lintas Prodi, belajar melalui praktek kerja, belajar melalui pengabdian masyarakat, penelitian dan sebagainya. Ini sudah sejak 2015 sampai 2020 sudah ditetapkan,” ungkap Yanuar, Sabtu (21/8) melalui sambungan telepon seluler.

Kampus yang berada di Jalan Z. A. Pagar Alam, Labuhan Ratu, Kedaton Bandarlampung itu tak mengalami kesulitan saat program unggulan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim diluncurkan. Justru, respon Rektor UBL, Prof M. Yusuf Barusman meminta buat tim khusus persiapan implementasi merdeka belajar.

Persiapan juga memakan cukup banyak waktu. Mulai saja sejak awal Maret 2020. Dari program milik UBL yaitu, kontekstual learning, ada yang perlu di tambahkan. Karena di UBL kontekstual learning hanya seputar pertukaran mahasiswa, penelitian, pengabdian masyarakat, dan magang.

Baca Juga:   SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro Kembali Juara 1 Provinsi

Sementara di Merdeka belajar ada tambahan studi independen, eksistensi mengajar disatukan pendidikan, proyek kemanusiaan. Jadi lebih meluas dari kegiatan merdeka belajar-kampus merdeka ini.

Hingga akhir, pada 2020 datanglah hibah Model Center Of Excellence Merdeka Belajar-Kampus Merdeka untuk prodi Manajemen, dan tujuh Prodi lainnya mendapatkan hibah kurikulum Merdeka belajar.

“Setelah mendapat hibah, UBL kemudian mengimplementasikan program merdeka belajar secara full. Pak Rektor juga berharap meskipun yang mendapatkan hibah Prodi Manajemen tapi seluruh prodi harus bisa merasakan implementasi nya,” tambahnya.

Sebagai Direktur Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Yanuar mengatakan telah di minta beberapa kali oleh Dirjen Dikti dan Perguruan Tinggi lainnya untuk membantu persiapan administrasi hingga evaluasi merdeka belajar kampus merdeka. Bahkan dirinya sebagai wakil UBL pernah diminta hadir dalam training of trainer (TOT) yang mendukung implementasi merdeka belajar kampus merdeka.

“Dari saat itu, keluarlah legalitas dari Dikti, sehingga perguruan tinggi lain, bahkan LLDIKTI menganggap UBL sudah dianggap bisa menjadi contoh penerapan merdeka belajar kampus merdeka,” ucapnya.

Hal ini tak lepas dari upaya Rektor UBL, Prof M. Yusuf Barusman. Sebab, visi misinya dengan mengedepankan pembelajaran pembelajaran masa depan. Sehingga ketika ada ptogram merdeka belajar artinya akan melibatkan multi disiplin, artinya banyak melibatkan perguruan tinggi, melibatkan banyak mitra dan banyak program studi.

“Jadi harus ditangani satu unit sendiri di universitas khusus merdeka belajar, jadi mungkin itu yang menjadikan UBL paling depan dan percontohan PT lain. Karena ketika perguruan tinggi lain masih wait and see, masih tunggu perkembangan nya, tapi kami karena dapat hibah  Langsung implementasi di semester genap 2019, ganjil 2020, sama genap 2021,” lanjutnya.

Apalagi, UBL juga telah mengeluarkan banyak buku panduan, SOP (standar operasional prosedur),  dokumen kesepakatan kredit pembelajaran yang belum banyak dimiliki perguruan tinggi. Maka kemudiaan UBL dikenal percontohan implementasi merdeka belajar.

Baca Juga:   Adaptasi Kemajuan Teknologi, Teknokrat Terapkan Perkuliahan Hybrid Learning

Tak hanya melibatkan mahasiswa, UBL juga menekankan dosen nya untuk mewajibkan untuk menjadi dosen penggerak. “Jadi saat ini ada 200 mahasiswa yang terlibat, di semester ada 114 mahasiswa yang ikut Merdeka belajar kampus merdeka,” katanya.

“Selain itu, Pak Rektor justru mewajibkan dosen untuk menjadi dosen penggerak. Selain itu kami juga menggelar festival merdeka belajar UBL 2021, itu bentuk keseriusan rektor dan lembaga untuk lebih mensosialisasikan merdeka belajar kampus merdeka di lingkungan dosen dan mahasiswa. Dan semester depan targetnya Mahasiswa yang terlibat sampai 400 mahasiswa di delapan kegiatan merdeka belajar ini,” tambahnya.

Sementara salah satu mahasiswa yang ikut terlibat dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Yore Egasi, Jurusan Ilmu Komunikasi Tahun 2018 mengatakan awal mengikuti kegiatan ini untuk mengembangkan potensi diri, eksplor hal baru juga merasakan kebebasan berekspresi dalam mengikuti program ini.

Dengan memilih proyek kemanusiaan, di dapur difable atau Kafe yang pegawainya adalah teman-teman tuli, banyak justru mendapat pengalaman berharga.

“Jadi selama ikut program ini dan jelas ada bedanya belajar dikampus dengan kegiatan merdeka belajar kampus merdeka, marena dengan ada nya program ini kita bisa langsung terjun ke lapangan, bisa mengetahui apa problem solving nya, dan bisa mengasah softskill hardskills secara nyata,” ungkap Yore.

Karena di proyek kemanusiaan menjadikan dirinya berperan sebagai mahasiswa yang membantu masyarakat atau teman-teman untuk membantu dalam permasalah-permasalahan yang ada di masyarakat.

Sehingga sebagai mahasiswa yang punya pola pikir yang krits dan lebih kreatif bisa memberi inspirasi untuk memberikan ide-ide baru atau tips and trik supaya usaha-usaha atau UMKM bisa terus berdiri apalagi ditengah pandemii sekarang ini.

“Dengan adanya program ini banyak banggt benefit yang bisa mahasiswa dapatkan, seperti di proyek kemanusiaan, kita bisa mengasah empati dan kepedulian kita pada sesama dan mengasah hardskils dan softskills,” tandasnya. (rma/yud)




  • Bagikan