Jadikan Siswa Betah Dengan Sekolah Ramah Anak

  • Bagikan
Workshop Psychowriting dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMAN 2 Pringsewu di aula sekolah, Senin (4/11). FOTO MULYONO/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Lingkungan sekolah yang kondusif, siswa mendapatkan kasih sayangnya dari guru dan warga sekolah, menjadikan suasana belajar yang nyaman. Dengan lingkungan sekolah ramah anak seperti itu, diharapkan tidak ada siswa yang bolos pada jam belajar.

“Kenapa, karena semua sudah ada di sekolah. Baik dari kawan-kawan dan guru-guru ramah. Semuanya menyenangkan, difasilitasi, ada disekolah,” kata Pelaksanaan Harian Pembinaan SMA Disdikbud Lampung Supardi dalam workshop Psychowriting dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMAN 2 Pringsewu di aula sekolah, Senin (4/11).

Supardi menuturkan, tidak ada kekerasan fisik dan verbal. Semua hidup rukun. Hubungan harmonis antara guru dengan anak. sebaliknya anak dengan guru. “Jadi, semuanya mendapatkan layaknya dalam sebuah keluarga. Guru-guru seperti layaknya orang tua murid-murid sendiri. Begitu masuk sekolah, ramah semuanya. Satpam jadi ramah, ibu kantin ramah dan guru-gurunya,”  sebut dia.

Sementara, workshop dengan mengusung tema GLS Sekolahku Maju, Sekolahku Ramah, Aku Jadi Raja di Sekolah yang diikuti siswa-siswi tersebut, menghadirkan dua narasumber. Yakni DR. Hi.  Muksin dari UIN Radin Intan Lampung dan DR. Sowiyah MPd dari Unila.

Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pringsewu Nazri dan para kepala SMA.

Pembina GLS SMAN 2 Pringsewu Sumedi yang juga ketua Satgas GLS Lampung mengatakan, jumlah peserta 100 orang dari perwakilan kelas di SMAN 2 Pringsewu. “Workshop ini sudah yang kedua kali di laksanakan,” kata Sumedi. (mul/sag/ais)




  • Bagikan