Jadikan SLRT Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan

  • Bagikan
Pertemuan SLRT bersama organisasi perangkat daerah, pemangku kebijakan dan pelaku usaha kesejahteraan sosial lainnya tahun 2019, di Balong Kuring, Jumat (20/9). FOTO MULYONO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pertemuan SLRT bersama organisasi perangkat daerah, pemangku kebijakan dan pelaku usaha kesejahteraan sosial lainnya tahun 2019, di Balong Kuring, Jumat (20/9). FOTO MULYONO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) Pringsewu diharapkan menjadi garda terdepan dalam penanganan kemiskinan. Diharapkan informasi masalah kemiskinan sudah teridentifikasi sejak awal, sehingga upaya mengentaskan kemiskinan bisa terprogram.

“Kalau menghapus kemiskinan, nggak bisa. Itu sudah ciptaan Tuhan. Tetapi, bagaimana meningkatkan derajatnya, tegas Bupati Pringsewu Sujadi Saddat usai menghadiri pertemuan SLRT bersama organisasi perangkat daerah, pemangku kebijakan dan pelaku usaha kesejahteraan sosial lainnya tahun 2019 yang digelar Dinas Sosial setempat, di Balong Kuring, Jumat (20/9).


Dalam kesempatan itu, Sujadi juga meminta seluruh OPD terkait di bawah manager SLRT Pringsewu, yakni kepala dinas sosial untuk berkoordinasi secara kuat. Sehingga, program-program berkaitan pengentasan kemiskinan yang merupakan prioritas dapat dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja.

“Hari ini, mereka sedang mendapatkan pelatihan,  informasi dari narasumber, termasuk dari provinsi. Mudah-mudahan akan mendapatkan banyak informasi dan lebih semangat lagi. Sebab mengurusi masalah kemiskinan merupakan panggilan dari jiwa,” sebut dia.

Sementara Kepala Dissos Pringsewu Bambang Suhermanu mengatakan, pertemuan ini bertujuan menyatukan pemahaman yang sama tentang program SLRT. Kemudian menginventarisir dan mengidentifikasi program kegiatan yang berada pada OPD, terkait penanggulangan dan penanganan kemiskinan.

Di samping itu, bertujuan penguatan kelembagaan pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) mandiri yang dibentuk oleh pekon melalui alokasi dana desa (ADD). ”Diharapkan, dengan pertemuan ini dapat terbentuk Puskesos diseluruh pekon dan kelurahan. Sebab puskesos baru terbentuk pada 19 pekon dari 126 pekon dan lima kelurahan,” sebut dia. (mul/ais)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan