Jaga Kelestarian TNWK, Desa Rantau Jaya Udik 2 Kembangkan Eko Wisata

  • Bagikan
Pengembangan Lebah Madu di Desa Rantau Jays Udik 2, Kecamatan Sukadana, Lamtim. Foto Dwi/Radarlampung.co.id
Pengembangan Lebah Madu di Desa Rantau Jays Udik 2, Kecamatan Sukadana, Lamtim. Foto Dwi/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Rantau Jaya Udik 2 merupakan salah satu desa di Kecamatan Sukadana Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kepala Desa Rantau Jaya Udik 2 Sugeng Riyadi menjelaskan, wilayah yang dipimpinnya merupakan salah satu dari 22 desa penyangga TNWK. Menurutnya, sebagian besar dari 5.013 jiwa penduduk Desa Rantau Jaya Udik 2 bermata pencaharian sebagai petani.



Selain itu, Desa Rantau Jaya Udik 2 mulai mengembangkan eko wisata berbasis masyarakat dan lingkungan.  Antara lain melalui pengembangan lebah madu yang dimulai sejam 2017. Saat ini, terdapat 5 kelompok tani hutan (KTH) yang berbudidaya lebah madu.

Desa Rabtau Jaya juga mengembangkan restosasi kawasan hutan berbasis tanaman endemik. Menurutnya, pengembangan eko wisata berbasis masyarakat itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta berperan dan pelestarian TNWK.

Selain untuk merehabilitasi kawasan hutan, restorasi dengan tanaman endemik itu juga bertujuan untuk penyediaan pakan lebah madu.  Saat ini, program restorasi tersebut masih dalam proses perijinan restorasi di kawasan hutan TNWK.

“Tujuan utamanya adalah Hutan lestari masyarakat sejahtera,” ujar Sugeng Riyadi didampingi Mashabi dari LSM Mitra Bentala selaku pendamping pengembangan eko wisata di Desa Rantau Jaya Udik.

Kesempatan yang sams Mashabi dari LSM Mitra Bentala menjelaskan, pengembangan ekowisata berkelanjutan di TNWK merupakan bagian dari dukungan implementasi atas UU No. Undang-undang No 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan.

“Kepariwisataan adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan tetap  perlindungan terhadap nilai-nilai agama dan budaya yang hidup dalam masyarakat, memberikan kelestarian dan mutu lingkungan hidup serta kepentingan nasional,” jelasnya.

Harapannya, melalui pengembangan eko wisata berbasis lingkungan itu diharapkan dapat mendukung pelestarian hutan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Mitra Bentala bertujuan menginformasikan kepada publik terkait partisipasi masyararakat upaya yang telah dilakukan guna mendukung pelestarian lingkungan,” jelasnya. (wid/sur)






  • Bagikan