Jaga Kondusifitas, Pemkot Tunda Penertiban Lapak PKL

  • Bagikan
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) melakukan penghadangan di hadapan alat berat excavator di area Pasar Bambu Kuning di Jalan Bukit Tinggi, Bambu Kuning, Bandarlampung, Rabu (17/11). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) melakukan penghadangan di hadapan alat berat excavator di area Pasar Bambu Kuning di Jalan Bukit Tinggi, Bambu Kuning, Bandarlampung, Rabu (17/11). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung hari ini (18/11) berencana menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) Jl. Bukit Tinggi. Namun, niat tersebut harus ditunda lantaran terjadi perlawanan.

“Dalam rangka menjaga kondusifitas dan supaya tidak terjadi bentrok karena yang kita hadapi masyarakat kita semua, jadi kami akan berkoordinasi kembali. InsyaAllah pelaksanaan akan tetap dilanjutkan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung Wilson Faisol.


Alhasil, rencana penertiban hari ini distop. Meski stop, Wilson menegaskan bukan berarti tidak akan ditertibkan.

Penertiban ditunda dalam waktu satu dan dua hari ini. “Hari ini sementara kita stop, bukan berarti tidak jadi ya,” ucapnya.

Disinggung apakah karena ada perlawanan sehingga gagal penertiban, mantan Kepala BPKAD Bandarlampung itu membantahnya. Menurutnya alasannya lebih kepada menjaga kondusifitas dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:   Datangi Pemprov Lampung, Buruh Minta Besaran UMP 2022 Dikoreksi

Jika besok tetap ada perlawanan, ia mengaku akan mengambil langkah-langkah lain.

“Nanti kita lihat langkah-langkahnya seperti apa. Yang kita hadapi masyarakat kita, tentunya kita harus berhati-hati dalam melaksanakan penertiban, juga melihat situasinya,” tuturnya.

Ditanya terkait surat penggusuran yang dipertanyakan PKL, Wilson mengatakan pihaknya tidak pernah mengatakan penggusuran, namun pengosongan.

Secara administratif pihaknya pun telah melakukannya.

“Bahkan siang tadi direncanakan memanggil mereka dengan pihak pengembang, sampai jam 2 tidak hadir,” terangnya. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan