Jaga Stabilitas Makroekonomi di Masa Pandemi Covid-19. Ini Solusi BI

  • Bagikan
Bank Indonesia (BI)

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dalam rangka meningkatkan kinerja ekonomi yang lebih tinggi, dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah pandemi COVID-19, diperlukan upaya bersama seluruh pihak.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budihartono Setyawan.


Dia menjelaskan, dalam menjaga stabilitas makroekonomi, pihaknya memberikan prioritas dan dukungan kepada sektor-sektor produktif yang potensial.

Ini dilakukan untuk percepatan pemulihan dengan memperhatikan risiko penularan COVID-19 dan dampak ekonomi, seperti sektor Pertanian dan Industri Pengolahan yang perlu didukung dengan potensi pembiayaan tanpa mengabaikan keamanan dan protokol COVID-19.

“Pemerintah Daerah memiliki peran kunci melalui stimulus fiskal yang dipersiapkan melalui realokasi APBD dan Dana Desa. Realisasi anggaran perlu dipercepat untuk mendukung pemulihan ekonomi di tahun 2021, khususnya untuk anggaran yang bersifat produktif,” ungkap Budihartono, Rabu (18/8).

Baca Juga:   Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat, BRI Dorong Pemberdayaan Ekosistem Bisnis Klaster

Menurutnya, pelaksanaan kebijakan tersebut, perlu didukung dengan monitoring, pengendalian dan evaluasi, agar tetap berjalan secara transparan dan efektif.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mendorong konsumsi rumah tangga dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan percepatan pemanfaatan dana desa, realisasi bantuan sosial/subsidi dan program perbaikan kesejahteraan terutama yang menyasar pada UMKM dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

“Termasuk mendorong penyaluran KUR serta eksekusi program wakaf produktif dan CSR  (corporate social responsibility) dengan melibatkan pihak swasta,” ujarnya.

Selanjutnya, selain menjaga konsumsi rumah tangga, perlu dipersiapkan langkah pemulihan ekonomi yang dapat memberikan daya ungkit bagi perekonomian daerah dan mendorong transformasi ekonomi.

“Itu salah satu dalam menjaga stabilitas makroekonomi,” pungkasnya. (gie/yud)




  • Bagikan